Bagi Wisatawan, Standarisasi Layanan Hal Penting

260
Para pengelola Homestay di Pentingsari bersama para pemateri, saat workshop Standarisasi Layanan Homestay di The Cangkringan Hotel, Sleman beberapa waktu lalu.(istimewa)

KORANBERNAS.ID—Standarisasi layanan menjadi hal yang sangat penting bagi wisatawan. Sayangnya, selama ini para pelaku bisnis wisata masih banyak yang abai dengan standarisasi layanan ini.

“Kalau ingin berkembang, maka pengelola bisnis wisata harus peduli dengan standarisasi layanan ini,” kata Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati, disela-sela Workshop Standarisasi Layanan bagi pengurus Wirawisata Goa Pindul dan Workshop Standarisasi Layanan Homestay bagi pengurus Desa Wisata Pentingsari yang merupakan Desa Wisata Binaan BCA di DIY.

Workshop digelar beberapa waktu lalu, melibatkan para pengurus Wirawisata Goa Pindul dan para pemilik homestay di Pentingsari Sleman.

Kedua Workshop tersebut digelar agar Wirawisata Goa Pindul dan Desa Wisata Pentingsari memiliki pedoman dalam menghadirkan pelayanan yang unggul kepada wisatawan.

Pihak BCA menilai, hal ini sangat penting, mengingat Yogyakarta masih menjadi magnet tujuan wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selama libur Lebaran yang lalu, tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta naik 10 persen menjadi 2,8 juta dari sebelumnya 2,6 juta.

Baca Juga :  Titiek Soeharto Tak Ingin Rumah Aspirasinya Hanya Papan Nama

“Kayanya potensi pariwisata di Yogyakarta membuat kami tergerak untuk aktif melakukan pendampingan dan pelatihan di beberapa Desa Wisata Binaan, diantaranya Wirawisata Goa Pindul dan Desa Wisata Pentingsari,” ujar Inge, didampingi Senior Adviser Pengembangan CSR BCA Sapto Rachmadi dan Kepala BCA KCU Yogyakarta Saswito Tjoe.

BCA sudah cukup lama melakukan pendampingan terhadap dua obyek wisata andalan di DIY ini. Pendampingan diwujudkan dengan peningkatan kapabilitas atau kemampuan dan keteram;pilan para pengelolanya.

Hasil dari pendam;pingan, kata Inge dapat dilihat dari makin tingginya kunjungan wisata kesana. Wirawisata Goa Pindul dengan keindahan stalagtit dan stalagmit yang berumur ratusan tahun mampu mendatangkan 3 juta wisatawan setiap tahun dengan pendapatan mencapai Rp 5 miliar.

Baca Juga :  Tak Ada Agama yang Benarkan Kesewenang-wenangan

Sementara itu, Desa Wisata Pentingsari juga cukup digemari dengan keunggulan wisata alam dan budaya yang menjunjung tinggi kearifan lokal yang mana pendapatan tembus hingga Rp 2 miliar per tahunnya.

Sapto Rachmadi menambahkan, sebagai Desa Wisata Binaan di bawah naungan Bakti BCA, Wirawisata Goa Pindul dan Desa Wisata Pentingsari dikembangkan melalui serangkaian kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasikan kualitas pelayanan yang unggul kepada wisatawan.

Kegiatannya, antara lain berupa Pelatihan Layanan Prima, Pelatihan Marketing Online, Pelatihan Leadership, dan Pelatihan Team Building kepada segenap pengurus Wirawisata Goa Pindul dan Desa Wisata Pentingsari.

“Harapan kami, berbagai kegiatan ini mampu berkontribusi menjadikan desa wisata binaan kami  sebagai desa wisata yang memiliki kualitas layanan yang prima,” tutur Saswito Tjoe, Kepala BCA KCU Yogyakarta.(Surya Mega)