Bagian Bangunan Bekas Gedung RSUD Dipreteli Pencuri

281
Keramik dinding di bangunan yang hilang dipreteli pencuri. Keramik belasan meter persegi, hilang dicuri, setelah gedung ini tidak difungsikan. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Beberapa bagian bangunan bekas gedung Rumah Sakit Umum dr Soedirman (RSDS) Kebumen dipreteli pencuri. Komplek bekas RSDS di  Dukuh Bojong, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen ini mangkrak sejak RSDS menempati gedung baru di jalan lingkar selatan Kota Kebumen, lebih dari 2 tahun lalu.

Beberapa bagian bangunan yang dicuri, diantaranya daun jendela dan keramik. Material yang dicuri umumnya material dari gedung yang baru dibangun beberapa tahun sebelum ditinggalkan. Sedangkan material lama, di gedung yang umurnya lebih dari 50 tahun, tidak dipreteli pencuri. Aset milik Pemkab Kebumen ini, terkesan tidak terurus dan tidak terjaga.

Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan  dan Aset Daerah (BPKAD) Kebumen Dwi Yunaningsih  yang dikonfirmasi koranbernas.id, Senin (16/10/2017) menjelaskan, pencurian sebagian material bangunan di bekas RSDS Kebumen terjadi, setelah tidak dimanfaatkan.

Baca Juga :  Gempa Robohkan Rumah, Satu Anak Luka Serius

Tidak adanya anggaran untuk pemanfaatan dan pengelolaan aset itu, menjadi salah satu penyebab bangunan, yang sebagian bersejarah dan diusulkan jadi cagar budaya ini tidak terurus dan kurang terjaga. Termasuk dari aksi pencurian.

“Tidak hanya keramik dan daun jendela, besi-besi juga sudah dicuri,“ kata Kepala Sub Bidang Pemanfaatan Aset pada BPKAD Kebumen Markijo.

Upaya untuk mencegah pencurian, BPKAD Kebumen  sudah mempekerjakan seseorang untuk menjaga aset itu, serta menutup beberapa pintu, sehingga orang tidak gampang untuk masuk ke komplek itu.

Pihaknya memang tidak melaporkan kasus pencurian material gedung kepada pihak berwajib. Kesulitan untuk mencari keterangan saksi, menjadi salah satu alasan BPKAD belum melaporkan kasus ini.

Baca Juga :  Hari Libur Pelayanan e-KTP Tetap Berjalan

“Daun jendela dan daun pintu yang dicuri. Daun jendela baru, bukan daun jendela di gedung yang akan diusulkan menjadi cagar budaya,“ kata Markijo.

Dipilihnya material baru, kemungkinan si pencuri berpikir lebih sulit dilacak, karena barang-barang itu di pasaran jumlahnya banyak. Sedangkan daun pintu dan daun  jendela gedung tua, berbahan kayu jati kualitas baik,  mudah dilacak. Barang -barang itu, barang langka.

“BPKAD Kebumen sudah mengusulkan, beberapa bangunan menjadi cagar budaya,”kata Markijo. (SM)