Bahaya, Pengguna Jalan Kalikebo-Cawas Harus Hati-hati

Sebuah mobil melintas dengan hati-hati di samping gorong-gorong Desa Kalikebo Trucuk yang ambrol beberapa waktu lalu.(masal gurusinga/koranbernas.id)

434

KORAN BERNAS, ID–Para pengguna jalan yang melintas di ruas Jalan Kalikebo-Cawas maupun Kalikebo-Gaden Trucuk diminta waspada lantaran  gorong-gorong yang ada di desa tersebut ambrol.  Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat ambrolnya gorong-gorong, warga sekitar memagari lokasi dengan bambu.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, ambrolnya gorong-gorong itu terjadi sebelum lebaran. Diperkirakan gorong-gorong ambrol karena faktor usia. Pasalnya pada ruas jalan itu jarang sekali dilalui truk bertonase tinggi.

“Jalan ini adalah jalan alternatif dari Trucuk ke Cawas maupun Klaten ke Bayat dan Cawas. Jarang sekali dilalui kendaraan berat. Jadi ini ambrol kami perkirakan karena faktor usia,” jelas Mahmud.

Mahmud menambahkan sesaat setelah kejadian itu warga berkoordinasi dengan DPU (Dinas Pekerjaan Umum) untuk memasang pagar keliling pada gorong-gorong yang ambrol itu. Upaya itu dilakukan agar pengguna jalan yang melintas tidak terperosok masuk gorong-gorong.

Apalagi pada ruas jalan itu banyak yang rusak dan pada pagi hari arus lalu lintas di kawasan itu sangat padat karena keberangkatan anak sekolah dan warga yang ingin bekerja.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten Suryanto mengatakan, saat ini ada dua gorong-gorong yang ambrol dan mendesak untuk diperbaiki.

Dua gorong-gorong itu yakni gorong-gorong Kalikebo dan gorong-gorong di ruas Jalan Ngaran-Trucuk tepatnya dekat SMK 1 Trucuk.

“Ada dua yang ambrol dan tahun ini diperbaiki. Harapannya setelah dibangun nanti lalu lintas di kawasan itu tidak terganggu dan tidak mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas,” kata Suryanto.

Ruas Jalan Ngaran-Trucuk merupakan jalan alternatif dari Ngaran Mlese menuju Trucuk dan Cawas. Arus lalu lintas di kawasan itu cukup padat pada pagi hingga sore hari. Pada malam hari ruas jalan itu cukup gelap karena terbatasnya lampu penerang jalan umum yang dipasang pemerintah. Karenanya, jika gorong-gorong itu tidak segera diperbaiki akan membahayakan pengguna jala yang sedang melintas.(masal gurusinga/sm)