Bakal Seru, Obstacle Run Digelar di Lanud Adisutjipto

310
Pre-event Adisutjipto Urban Obstacle Run di Jogja City Mall, Sabtu (17/02/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.IDObstacle Run atau lari halang rintang dijadwalkan digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjito Yogyakarta pada 4 Maret 2018. Event ini dijamin bakal seru. Selain baru bertama kali diadakan, pilihan lokasi acara juga menjadi daya tarik lomba tersebut.

Pre-event acara tersebut sudah berlangsung Sabtu (17/2/2018) di outdoor dan atrium Jogja City Mall (JCM) Jalan Magelang, Yogyakarta sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir Novyan Samyoga mengatakan, peserta Adisutjipto Urban Obstacle Run akan memperebutkan hadiah senilai total Rp 150 juta. Masing masing peserta berhak atas doorprize menarik senilai Rp 300 juta.

Yang pasti, event ini sebagai bentuk kontribusi TNI AU untuk turut mensukseskan program pemerintah daerah mendatangkan wisatawan dari dalam negeri maupun wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.

Letkol Pom Agus Suhandi selaku Ketua Panitia menyampaikan, peserta hanya dipungut biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu untuk nomor 5 km, Rp 250 ribu untuk nomor 10 km, Rp 400 ribu untuk nomor individual obstacle run (militer/sipil), dan Rp 1,2 juta untuk nomor Obstacle Run Team yang terdiri dari 4 orang (militer/sipil). Registrasi dapat dilaksanakan secara online melalui www.obstaclerun.id.

Dia menjelaskan, beberapa fasilitas yang dapat dinikmati peserta di antaranya, posisi start di depan Museum Pusat Dirgantara Mandala. “Posisi ini apik untuk mengambil foto-foto, berlari di sekitar landasan serta dua lingkungan bandara yang mempunyai pemandangan indah dan suasana sejuk,” kata dia.

Baca Juga :  Hujan Deras, Jalan Yogyakarta-Wonosari Amblas

Panitia menargetkan 3.750 peserta. “Kami akan melaksanakan beberapa race yaitu Race Run dengan jarak 5 km dan 10 km. Nuansa yang berbeda adalah peserta Obstacle Run akan berlari dengan jarak 10 km sambil melewati 26 rintangan yang kami sediakan,” tambahnya.

Seorang peserta pre-event Obstacle Run mencoba melintasi rintangan jaring. (istimewa)

Panitia juga memberikan kesempatan para peserta berlari di area Pangkalan TNI AU Adisutjipto, AAU dan Bandara Adisutjipto. “Lari di jalanan sudah biasa. Trail Run di gunung atau hutan, sudah pernah. Lari di lingkungan TNI dan Bandara sambil menikmati halang rintang asli milik Paskhas? Siapa yang pernah?” ujar Letkol Pom Agus Suhandi.

Dia optimistis event ini akan memberikan nuansa berbeda dari event lari pada umumnya. Lari di lingkungan TNI sudah jelas “steril” dari kendaraan umum. Selain itu, lingkungannya juga sejuk. Peserta bisa berada di dekat landasan sambil melihat pesawat take off dan landing maupun mencicipi halang rintang yang dimiliki oleh Detasemen Pertahanan Udara 474.

Tidak hanya itu, setelah peserta melewati garis finish akan disambut Drumband Akademi Angkatan Udara Gita Dirgantara, Tarian persembahan Angkasa Pura 1 Adisutjipto, Static Show pesawat-pesawat Angkatan Udara, dan yang pasti ditunggu-tunggu adalah demo udara dari pesawat TNI AU.

Di antaranya, Jupiter Aerobatic Team yang merupakan Aerobatic Team kebanggaan Indonesia, Flypast dari pesawat latih Grob 120TP-A, pesawat tempur TNI AU, pesawat FASI Yogyakarta serta Demo Terjun Payung.

Baca Juga :  Sleman Bakal Pamer Produk Lokal ke Rusia, Apa Saja ?

Menurut Letkol Pom Agus Suhandi, pre-event di Jogja City Mall dimaksudkan untuk lebih mengenalkan Obstacle Run kepada masyarakat. Sekaligus masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti acara itu.

Sampai saat ini pendaftar berasal dari masyarakat (umum) tercatat 1.000 orang. Kemudian dari militer 200 orang. Nantinya obstacle akan dibedakan antara umum dan militer. Di sana nanti disediakan 22 rintangan yang harus dilewati.

Para pilot TNI AU disambut antusias di pre-event Obstacle Run di Jogja City Mall. (istimewa)

Sabtu malam silam, di tempat yang sama juga diadakan meet and greet dengan Jupiter Aerobatic Tim Pilots. Kehadiran para penerbang tempur yang siap tampil pada 4 Maret 2018 itu memperoleh sambutan masyarakat. Mereka antusias bertanya serta meminta tanda tangan.

Panitia lainnya, Kapten Penerbang Rio Septiarso, menambahkan tujuan pre event ini untuk memperkenalkan  kegiatan ini kepada masyarakat, agar animo masyarakat  saat pelaksanaan 4 Maret di Pangkalan Adisutjipto. bisa mendapat sambutan yang baik lagi.

Adapun kegiatan outdoor di atrium JCM diikuti peserta perseorangan dan beregu. Tiap peserta didihitung dengan waktu. Ada empat obstacle. Pertama, membolak-balikkan ban pesawat, dilanjutkan melompati  ban-ban pesawat yang sudah dijajar panjang.

Setelah itu peserta masuk obstacle jaring laba-laba. Begitu keluar dari jaring peserta harus mampu  melompat dengan tumpuan seutas tali untuk keluar dari areal obstacle. Dan terakhir peserta harus push up sebanyak 20 kali dengan pencatatan waktu. (sol)