Bali Dominasi Renang O2SN 2018

Persaingan Mulai Merata

214
Persaingan cabang renang O2SN tahun ini mulai merata. Cabang renang dipertandingkan di arena akuatik FIK UNY. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perenang pelajar Bali perlahan-lahan mulai mendominasi perebutan medali di cabang olahraga renang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 yang berlangsung di Arena Akuatik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (FIK UNY).

Meski kontingen perenang pelajar Bali cukup mendominasi, atlet daerah lainnya mulai menguntit. Seperti sejumlah perenang andalan dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang berhasil meraih emas pada pertandingan hari kedua, Rabu (19/09/2018), yang mempertandingkan enam nomor final.

Afrizal, selaku panitia O2SN cabang renang saat diwawancara koranbernas.id mengungkapkan, peta persaingan tahun ini mulai merata, meskipun Bali masih memimpin untuk sementara waktu. Menurut Afrizal, hal itu tak lepas dari pembinaan renang di daerah yang semakin baik.

Baca Juga :  DPRD DIY Dukung Pemda Beri Beasiswa Guru

“Ini ada dari Bali, Yogyakarta, Kalimantan, semuanya merata. Sekarang ini menurut saya semuanya merata, karena kekuatan untuk perenang-perenang provinsi sampai sekarang sudah bagus,” ujar Afrizal.

Contoh dari meratanya persaingan adalah emas yang diraih perenang pelajar putri, Aurel Assheila Dewi, di nomor 50 meter gaya dada putri. Aurel berhasil meraih emas dengan catatan waktu terbaik 39,96 detik.

Sementara di nomor 50 meter gaya dada putra, perenang pelajar SD asal Kalimantan Timur, Said Bahasoan berhasil meraih medali emas. Said menorehkan catatan waktu 36,28 detik pada pertandingan yang digelar Rabu siang.

Saat ditanya tentang persiapannya sebelum terjun ke arena O2SN, Said mengungkapkan, butuh pengorbanan dan kerja keras yang tak sedikit. Ia bahkan sering terlambat masuk sekolah karena harus mengikuti kewajiban latihan.

Baca Juga :  Ini Gagasan Dewan Guna Membantu Hunian Hotel di Bantul

“Persiapannya kayak bangun setiap pagi untuk latihan, terus sampai berangkat sekolah terlambat, tapi hasilnya seperti ini. Saya senang,” ungkap Said.

Sampai berita ini diturunkan, kontingen perenang pelajar Bali masih mendominasi perolehan sementara medali emas. Bali telah mengumpulkan lima keping emas, yaitu tiga emas di tingkatan SD dan dua emas di tingkat SMP. (sol)