Bambanglipuro Bakal Sapu Bersih

161

KORANBERNAS.ID–Kabupaten Bantul mencanangkan “Bantul Bebas Sampah 2019”. Untuk mendukung hal  tersebut Kecamatan Bambanglipuro ancang-ancang membentuk Tim “Bambanglipuro Sapu Bersih”. Tim ini  akan dibentuk dari tingkat kecamatan, desa hingga tataran pedukuhan dan RT. Dan sebagai  tahap awal telah dilakukan action berupa kerja bhakti  massal pada 5 Agustus   yakni pembersihan jalan protokol.

Jalan Dawetan (Puskesmas Bambanglipuro)  ke arah timur hingga Paker, ke Utara sampai Mulyodadi dan ke Barat hingga  bunderan ringin Sumbermulyo serta berakhir di pertigaan Jowilayan. Masyarakat sekitar rute tersebut sangat antusias untuk mengikuti jalannya  kerja bhakti massal dan terjun berpartisipasi menyumbangkan tenaganya.

Dalam kesempatan itu dilakukan sosialisasi pembentukan tim di aula kecamatan Bambanglipuro, Rabu (29/08/2018)  yang dibuka Camat Yulius Suharta. S.Sos Msi dan narasumber Ir Wakhid dari Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Kabupaten Bantul. Sosialisasi diikuti Muspika, OPD kecamatan, lurah desa,pamong, BPD LPMD, dukuh, ketua RT, FKPM dan Karang Taruna.

“Sebelum sosialisasi ini kita memang terlebih dahulu action nyata dengan bersih massal pada 5 Agustus lalu. Dan dilanjutkan dengan sosialisasi pada hari ini, sehingga semua pihak mengetahui tentang tim “Bambanglipuro Sapu Bersih” yang rencananya akan kita launching September,” kata Camat Yulius kepada koranbernas.id di lokasi acara.

Baca Juga :  Kampung KB Sejahterakan Masyarakat

Tentu sebelum launching tersebut harus dilakukan persiapan demi persiapan. Termasuk bagaimana menyiapkan SDMnya agar nanti bisa menjadi ‘jembatan’ bagi lingkungan masing-masing tentang bagaimana Bambanglipuro bersih sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bantul bebas sampah 2019.

“Jadi ini bentuk dukungan kami untuk suksesnya program tersebut,”katanya.

Sementara Ir Wakhid mengatakan untuk bisa menuju “Bambanglipuro Sapu Bersih” ada beberapa hal yang harus dilakukan secara bertahap. Diantaranya seperti yang dilakukan  di daerah lain adalah pembentukan Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM). “Kalau di Bambanglipuro bisa silahkan dengan nama yang lain dan seperti apa bentuknya bisa diinovasi,”kata Wakhid. JPSM ini tugasnya melakukan penyuluhan ke mnasyarakat, melakukan pendampingan dan menjadi agen informasi mengenai pengeloaan sampah.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Geopark Tidak Beri Pendapatan Daerah

Juga perlu di dukungan sarana dan prasarana yang di support APBD ataupun APBDes karena Alokasi Dana Desa (ADD) memungkinkan untuk itu. Juga ada aturan alias payung hukumnya seperti Peraturan Desa (Perdes) dan Peraturan Daerah (Perda)

“Jadi nanti bisa dibelikan  truck pengangkut sampah, kendaraan roda dua dan juga pendukung pengelolaan sampah lainnya,”katanya. Muaranya adalah menciptakan masyarakat yang selalu sadar membuang sampah pada tempatnya, SDM yang peduli sampah, satu desa ada satu bank sampah serta ada aturan yang khusus menangani sampah.

DLH pada tahun 2018 juga membuat sarana rumah pilah tipe A dengan daya tampung hingga 2.000  penduduk, tipe B dengan 500 penduduk dan tipe C dengan 200 penduduk.

Untuk Tipe A tahun ini dibangun di Poncosari (Srandakan), Depok (Parangtritis) dan Imogiri. Untuk tipe B ada 17 titik dan tipe C ada 11 titik.

“Saya berharap nanti sistemnya akan dikelola secara BUMDes sehingga  memberikan manfaat bagi masyarakat,”katanya. (yve)