NYIA Bakal Mengubah Tata Wilayah Kulonprogo

629

KORANBERNAS.ID — Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon Kulonprogo dipastikan mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di sekitar bandara.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Senin (25/09/2017) mengatakan, perubahan RTRW tersebut paling mendesak di kecamatan Wates Temon dan Sentolo serta Kokap.

“Sekarang ini kita belum dapat menentukan obyek wisata didekat bandara itu seperti apa. Karena kita juga harus menyesusikan dengan masterplan tataruang bandara NYIA juga,” ujarnya.

Menurut Hasto, pada saat ini ada total 18 Perda terkait dengan tata ruang yang harus didanai penyusunannya. Hasto amat bersyukur Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DI) memberikan alokasi Danais untuk digunakan bidang tata ruang dan infrastruktur.

Apalagi selain menyusun RTRW, Pamkab harus menyusun Rencana Detail Rencana Tata Ruang Kabupaten (RDTRK) bagi 12 kecamatan yang diselesaikan secara maraton.

“Nanti RTRW itu, selain menggunakan Danais, kami sudah merencanakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2017,” kata dia.

Hasto menyebutkan, danais bukan hanya membiayai penyusunan Perda RTRW hingga disahkan pada 2018, Danais juga akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan taman budaya, museum budaya, termasuk juga untuk beberapa jembatan.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo, Akhid Nuryati menuturkan, pembahasan hingga pengesahan Perda RTRW Kulonprogo kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lama. Sebab memerlukan banyak pertimbangan, kajian, dengar pendapat dengan masyarakat termasuk pertimbangan dari banyak profesi yang bakal menempati tataruang itu sendiri.

Pembahasan RTRW Kulonprogo juga mendahului kajian ulang RTRW DIY, yang keberadaannya justru sangat memengaruhi RTRW Kulonprogo.

“Kami menunggu RDTRK New Yogyakarta International Airport, seperti apa kesiapan masterplannya, atau perkembangan sarana prasarana pendukung seperti jarak kereta bandara dari aerotropolis. Karena menjadi dasar penetapan RTRW,” ungkapnya.

Tim penyusun draft diharapkan proaktif membangun komunikasi dengan PT Angkasa Pura, pemerintah DIY dan banyak pihak lainnya.(yve)