Bangga Ada Alumni Unsoed Jadi Menteri di Timor Leste

861

KORANBERNAS.ID–Segenap civitas akademika dan alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto layak bangga. Sebab salah satu alumninya, Hernani Filomena Coelho da Silva (53) ,kini menduduki jabatan strategis di Timor Leste, yakni sebagai Menteri Perminyakan (the Minister of Petroleum). Laki-laki kelahiran 27 Agustus 1964 di Uatucarbau,  Timor Portugis (sekarang Timor Leste) dan alumni Fakultas Peternakan (Fapet) Unsoed ini, sebelumnya yakni sejak 16 November 2015 hingga 15 September 2017, sebagai Menteri Luar Negeri Timor Leste.

Coelho, demikian panggilan akrab Hernani Filomena Coelho da Silva, dilantik sebagai Menteri Perminyakan Negara Timor Leste, 3 Oktober 2017  lalu oleh Presiden ke-4 Timor Leste, Fransisco Guterres atau Lu Olo.

Coelho yang juga pernah menjabat Duta Besar Timor Leste di Australia ini fasih berbahasa Tatum, Inggris, Portugal, Katon, Thailand, Jawa dan Bahasa Indonesia.

Selain di Unsoed, ia juga pernah mengenyam pendidikan Sekolah Peternakan Menengah Atas di Magelang, dan pasca sarjana di Universitas Macau.

Pada Kamis(21/12/2017) lalu, Coelho bertemu dengan dosennya di Unsoed dulu, D Ir Rachmawati Wahyuningsih Siswadi,SU.,M.Agr. Pertemuan di Palacio do Governo, Blok Timur lantai dasar, Dili, Timor Leste, tempat Coelho biasa berkantor.

“Secara kebetulan di akhir tahun ini, anak saya dan cucu saya mau bergabung dengan suaminya warga Timor Leste di Dili. Sehingga sekalian mengantar mereka, saya silaturrahmi dengan alumni Unsoed yang kini jadi Menteri Perminyakan di sana,” ujar Rachmawati Wahyuningsih Siswadi, yang baru saja pensiun dari dosen Unsoed ini.

Baca Juga :  Dekatnya Kebersamaan Warga Dengan Prajurit TNI di Pasegeran

Rachmawati Wahyuningsih Siswadi yang biasa dipanggil Bu Ning Rachma,  menceritakan pengalamannya bertemu Coelho itu kepada Ir Alief Einstein, M.Hum, Ketua Departemen Humas, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Unsoed dan koranbernas.id di Purwokerto, Kamis (28/12/2017).

Lebih dari satu jam, tepatnya mulai jam  08.00 – 09.10 waktu Timor Leste, Rachmawati Wahyuningsih berbincang akrab dengan Coelho, mantan mahasiswanya di Fapet Unsoed. Coelho lebih banyak menggunakan  Bahasa Indonesia bercampur Inggris.

“Saat kuliah dulu, dia mahasiswa favorit saya. Dia adalah mahasiswa tugas belajar yang dikirim Kementrian Pertanian RI tahun 1986. Orangnya pintar, supel, dan nyemedulur. Saya bangga punya alumni yang jadi menteri di Timor Leste,” ujar Rachmawati Wahyuningsih.

Dalam pertemuan itu, Coelho mengemukakan,  masih banyak yang harus diperjuangkan di Timor Leste. Strategi pertama Coelhe sebagai Menteri Perminyakan adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, dan meningkatkan kekompakan team work.

“Saya juga menyarankan, jika Sumber Daya Alam dari tambang kurang mendukung, maka harus diperkuat sektor pariwisata  dan sektor lain. Selain itu revolusi mental perlu dilakukan supaya semua orang baik pejabat pemerintahan maupun rakyat jelata memiliki semangat yang sama yaitu membangun negeri,” saran Rachmawati.

Baca Juga :  Dua Rumah Disatroni Pencuri

Komentar Teman

Beberapa teman Coelho saat kuliah di Unsoed, memberikan kesan tentang Coelho. Saat kuliah di Unsoed, Coelho menurut mereka, aktif  di organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Batalyon 904/Kalayudha Universitas Jenderal Soedirman.

“Coelho termasuk mahasiswa yang rajin, cerdas, dan fighting spirit-nya tinggi dalam belajar,” ujar Ir Agus Kadarisman, MM, teman seangkatan saat kuliah di Fapet Unsoed.

Kesan lainnya datang dari Prof Dr Ade Maman Suherman SH, M.Sc, yang kini menjabat Dekan Fakultas Hukum Unsoed.

“Saya kenal dengan Coelho ketika mengikuti seleksi anggota Resimen Mahasiswa Yon 904 Unsoed. Ia anggota menwa yang baik dan setiap sesi latihan dikerjakan dengan serius. Pak menteri dengan posturnya yang lebih tinggi dari kawan-kawan yang lain, kalau berbaris selalu paling depan. Beliau dan saya sama-sama pernah mengikuti Diksar Menwa di Puslatpur Klaten tahun 1987,”kenang Ade Maman.

Kesan serupa juga diungkapkan seorang alumni Unsoed Ir Mawardi.

“Dia dan saya sama-sama aktif di Menwa 904 Unsoed. Orangnya tegas dan banyak kawan-kawannya,” ujar Mawardi. (SM)