Bangsa yang Baik Lahir dari Keluarga Terencana

417
Deputi Latbang BKKBN Pusat didampingi Sekda DIY, Wakil Ketua DPRD DIY dan Kepala Kantor Perwakilan BKKBN DIY meninjau pameran Hari Keluarga Nasional XXV tingkat DIY di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (31/07/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Deputi Bidang Latbang BKKBN Pusat Prof Rizal Damanik menegaskan, untuk melahirkan generasi bangsa yang baik hanya bisa dilakukan dengan perencanaan keluarga yang baik.

“Jangan sampai ketika datang masalah baru bingung. Karena keluarga merupakan wahana pertama dan utama membangun karakter dan kualitas hidup manusia sejak dalam rahim sampai menjadi lanjut usia,” ujarnya pada puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV tingkat DIY di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (31/07/2018).

Hal senada disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ir Gatot Saptadi.

Membuka lembaran sejarah, Prof Rizal Damanik mengatakan program Keluarga Berencana (KB) sudah diawali sebuah institusi swasta tahun 1968 bernama Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN).

Dua tahun kemudian diresmikan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Meski dengan berbagai keterbatasan terutama bidang telekomunikasi maupun akses masuk wilayah dari Sabang sampai Merauke,  namun Indonesia berhasil meraih penghargaan dari PBB yang diterima Presiden Soeharto (waktu itu).

Pada perkembangannya muncul paradigma baru setelah 2009 BKKBN berubah dari Badan Koordinasi menjadi Badan Kependudukan KB Nasional sehingga kependudukan bidang yang menjadi urusan dan tanggung jawabnya.

Baca Juga :  Utamakan Danais untuk Entaskan Kemiskinan
Deretan pejabat yang hadir pada puncak peringatan Harganas DIY. (arie giyarto/koranbernas.id)

Sayangnya, menurut Rizal, hingga kini masih ada persepsi salah dari stakeholder yang menganggap KB hanya alat kontrasepsi semata. Bahkan jauh lebih luas lagi yakni  menyiapkan kualitas penduduk untuk membangun masa depan bangsa.

Mulai dari janin dalam rahim, lahir, kanak-kanak, remaja, dewasa, berkeluarga sampai lansia. Semuanya ditangani melalui program bina-bina keluarga sesuai dengan tingkat usianya.

“Jadi jangan alergi dengan kata berencana karena membangun keluarga, bahkan apa pun harus dengan perencanaan yang baik,” kata Rizal. BKKBN telah menyusun strategi pembangunan keluarga dengan KKBPK.

Sementara itu Gubernur DIY mengingatkan realitas yang ada sekarang ini. Banyak orangtua sibuk bekerja dan anak-anak juga sibuk dengan “dunianya” sehingga diperlukan waktu berkumpul, berkomunikasi dalam keluarga, tanpa disibukkan dengan gadget, HP dan alat komunikasi lainnya.

Undangan memadati tempat upacara puncak Harganas. (arie giyarto/koranbernas.id)

Keluarga berinteraksi untuk menciptakan kehangatan. Keluarga berdaya dengan memanfaatkan potensi yang ada. Keluarga peduli dan berbagi. Yang muda menghormati yang tua dan orang tua bisa menjadi panutan bijak.

Baca Juga :  Ayu Ting Ting Ramaikan Audisi Pesbukers di Jogja

Dalam acara tersebut dibagikan penghargaan dan hadiah atas 10 keberhasilan DIY dalam  lomba Harganas tingkat nasional. Juga berbagai kuis antara lain dengan hadiah sejumlah sepeda seperti dilakukan Presiden RI Ir Jokowi.

Acara dimeriahkan tarian selamat datang yang dibawakan anak-anak muda Generasi Berencana. Tetapi terjadi insiden kecil, salah seorang penarinya pingsan di atas panggung dan terpaksa digotong turun.

Namanya Dhean, gara-gara kakinya terperosok di antara sambungan panggung yang tidak rata. “Hampir semua penari juga mengalami hal seperti itu akibat sambungan kayu panggung yang tidak rapi. Tetapi Dhean yang paling parah sehingga terpaksa harus digotong turun,” kata Galuh, sesama penari yang dibenarkan teman-temannya. Meski terjadi insiden kecil namun performance jalan terus.

Acara juga diramaikan gelar produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), kegiatan Bina Keluarga Balita, Remaja, Lansia serta penampilan stan Kampung KB Jasem, Sitimulyo Piyungan Bantul. (sol)