Bangunan di Depan Pasar Jeblog, Pemkab Tunggu Itikad Pemilik

235
Bangunan rumah dan toko milik keluarga Dananjoyo di atas saluran di depan Pasar Jeblog Kecamatan Karanganom. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Pemerintah Kabupaten Klaten menunggu itikad baik pemilik bangunan di atas saluran di depan Pasar Jeblog Karanganom untuk membongkar sendiri bangunan miliknya. Jika hingga batas waktu yang disanggupi pemilik rumah tidak juga membongkar rumahnya, maka Pemkab Klaten akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas.

“Kami masih menunggu hingga dia membuat surat pernyataan kesanggupan secara tertulis. Kalau kemarin dia hanya menyanggupi secara lisan saja,” kata Asisten Sekda Bidang Pembangunan Purwanto Anggono Cipto menanggapi belum dibongkarnya rumah milik keluarga Dananjoyo di depan Pasar Jeblog.

Bangunan berlantai dua sebagai toko dan rumah tinggal itu didirikan persis di atas saluran di depan Pasar Jeblog oleh orang tua mereka puluhan tahun silam.

Ketika Pemkab Klaten membangun Pasar Jeblog pada pertengahan 2017 lalu, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM telah mengadakan sosialisasi kepada seluruh pedagang pasar dan pemilik bangunan di depan pasar.

Bahkan kepada keluarga Dananjoyo dan keluarga Srikandeg, saat itu telah ditawari kompensasi berupa kios jika bersedia pindah dan membongkar bangunan miliknya. Namun yang terjadi hanya keluarga Srikandeg yang bersedia pindah, sedangkan keluarga Dananjoyo menolak pindah dan bersikukuh mempertahankan dan tinggal di rumahnya. Padahal rumah itu menutupi bagian depan Pasar Jeblog dan berdiri di atas saluran.

Sebelum Idul Fitri lalu, keluarga Dananjoyo dalam pertemuan menyanggupi secara lisan untuk membongkar sendiri bangunannya pada tahun ini.

Pemkab Klaten telah meminta Camat Karanganom, Samodra Haryadi untuk meminta surat kesanggupan secara tertulis.

“Kalau memang tidak mau membuat secara tertulis maka akan kami koordinasikan dengan DPU dan Satpol PP untuk mengambil tindakan,”ujar Purwanto.

Camat Karanganom Samodra Haryadi menjelaskan jika pada awalnya keluarga Dananjoyo diberi waktu membongkar rumah dan tokonya hingga setelah Idul Fitri lalu. Namun kenyataannya sebulan setelah Lebaran tidak juga ada tanda-tanda untuk membongkar rumahnya.

Sumber resmi di Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten menyebutkan dalam pertemuan di Kantor Kecamatan Karanganom awal Juni 2018, tepatnya sebelum Lebaran, pemilik rumah secara lisan menyanggupi mengosongkan rumah dan tokonya sebelum akhir Oktober 2018.

“Dalam pertemuan itu pemilik rumah keluarga Dananjoyo hadir dan secara lisan sanggup sebelum akhir Oktober. Ya tentu saja Pemkab menunggu pernyataan secara tertulis,” katanya.

Sedangkan Dananjoyo saat dikonfirmasi terkait hal itu memilih diam saja dan menolak memberikan keterangan. (SM)