Bangunan Liar Muncul di Lokasi Landasan Pacu

183

KORANBERNAS.ID — PT Angkasa Pura (AP) tidak mau tahu adanya bangunan liar di sempadan Pantai Glagah Kulonprogo. Bangunan liar tersebut sangat mengganggu keamanan penerbangan.

Manager Project Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA),  Sujiastono, menyatakan saat ini bermunculan bangunan liar di sempadan pantai.

Lokasinya di selatan wilayah tanah bandara. Padahal di sana akan dibangun landasan pacu bandara dengan panjang 3.600 meter dan lebar 60 meter.

Di sisi paling selatan bandara ini nantinya akan dibangun barier yang berfungsi mengurangi tekanan embusan angin dari laut.

“Bariernya kebanyakan dari pepohonan perindang seperti cemara udang. Bukan dari bangunan liar,” ujar Sujiastono.

Daerah sempadan pantai merupakan tanah dengan status Paku Alam Ground (PAG). Dia sudah menjalin kerja sama dengan Puro Pakualaman tentang kawasan sempadan pantai tersebut.

“Kerja sama dan koordinasi dengan Pemda DIY, Pemkab Kulonprogo dan KGPAA Paku Alam X sudah kami lakukan. Dan sekarang sedang berjalan pembicaraan mengenai pemanfaatan sempadan pantai ini,” ujar Sujiastono.

Warga sebenarnya tidak boleh membuat bangunan liar di sana, karena akan rugi sendiri. Membangun di sempadan pantai jelas dilarang, bangunan itu tanpa izin dan dibangun ketika pembebasan tanah bandara berjalan.

Sebelumnya Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menegaskan, kegiatan pembangunan bangunan liar di sempadan pantai harus berhenti.

Bangunan pemerintah yang pernah ada sudah dirobohkan, sehingga warga juga harus segera menghentikan bangunan liar tersebut.

Anehnya, dari informasi yang beredar, mereka berani nekat mendirikan bangunan liar di tanah PAG di sempadan pantai ini karena sudah mendapat izin lisan dari oknum abdi dalem Puro Pakualaman. (sol)