Bank bjb Mendorong Pertumbuhan Kredit Komersial dan UMKM

39
Jajaran Direksi dan Komisaris usai pelaksanaan RUPSLB Bank bjb. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Bank bjb menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. RUPSLB dilakukan Selasa (1/9/2020) dan dihadiri oleh para pemegang saham.

RUPSLB ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Terdapat tiga poin utama yang dibahas dalam kesempatan ini, yakni perubahan anggaran dasar perseroan, pengangkatan Direktur Komersial dan UMKM, serta laporan perkembangan uji tuntas (due diligence) atas rencana penggabungan/pengambilalihan usaha Bank Banten.

Pembahasan perubahan anggaran dasar adalah langkah perseroan dalam rangka penyelarasan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku.

Kemudian dalam RUPSLB tersebut, perseroan mengangkat Nancy Adistyasari untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Komersial dan UMKM.

Sosok Nancy terbilang familiar di industri perbankan nasional. Ia telah berkarir sejak lama sebagai bankir di Bank Mandiri, dengan jabatan terakhir Senior Vice President Commercial Banking Bank Mandiri.

Mengenai rencana penggabungan/pengambalihan usaha Bank Banten, disampaikan dalam RUPSLB tersebut, bahwa saat ini prosesnya masih belum selesai. Disampaikan juga bahwa seluruh proses uji tuntas tersebut senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mengutamakan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank bjb Widi Hartoto mengatakan, dengan telah lengkapnya jajaran direksi, menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan kredit perseroan dengan lebih optimal, utamanya di segmen komersial dan UMKM.

“Dalam rangka berkontribusi dan berpartisipasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Bank bjb berupaya mengoptimalkan penyaluran kredit terutama kredit produktif di segmen komersial dan UMKM. Sehingga roda perekonomian dapat kembali berputar, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang memadai,” kata Widi.

Dalam situasi pandemi Bank bjb tetap mampu menunjukkan performa yang baik. Perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit 9,8% y-o-y menjadi Rp 85,8 triliun. Laba bersih perseroan sendiri pada semester I 2020 tercatat sebesar Rp 808 miliar. (*)