Bank BPD DIY Kembali Serahkan Bantuan CSR

206
Dirut Bank BPD DIY Bambang Setiawan menyerahkan bantuan CSR diterima Bupati Sleman Sri Purnomo, Selasa (19/12/2017) di Tlogo Putri Kaliurang.

KORANBERNAS.ID — PT Bank BPD DIY kembali menyerahkan bantuan Corporated Social Responsibility (CSR). Kali ini berupa optimalisasi Tourist Information Center (TIC) Wisata Kaliurang Sleman.

Bantuan yang disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Bank BPD DIY kepada masyarakat itu, diserahkan langsung Direktur Utama (Dirut)  Bank BPD DIY, Bambang Setiawan dan secara simbolis diterima Bupati Sleman, Sri Purnomo, Selasa (19/12/2017), di Kawasan Wisata Tlogo Putri Kaliurang Sleman.

Penyaluran CSR ini menyasar kegiatan sosial yang diberikan melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sebesar Rp 100 juta untuk pembelian satu unit hardware Kiosk Pedestal Information Touchscreen 42 inch senilai Rp 27,5 juta.

Kemudian, pembelian satu paket software Kiosk terminal senilai Rp 43,5 juta dan pembuatan letter timbul di kawasan Tlogo Putri (area Mbah Ganis) senilai Rp 29 juta.

“Saya berharap program CSR Bank BPD DIY dapat bersinergi dengan Pemda untuk membantu dan memberikan jalan keluar terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Bambang Setiawan

Di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan Kaliurang, dalam kesempatan tersebut Dirut Bank BPD DIY Bambang Setiawan juga menyerahkan bantuan untuk Sekolah Ramah Anak yaitu SDN Denggung Sleman.

Baca Juga :  Kota Thaif yang Sejuk, Tidak Terasa Arab Saudi

Bantuan sebesar Rp 25 juta itu digunakan untuk pembuatan satu unit papan nama sekolah ramah anak secara permanen senilai Rp 2 juta.

Selain itu, juga untuk pembuatan 10 unit wastafel di depan kelas masing-masing senilai Rp 5 juta, pembuatan 4 unit resapan air kotor senilai Rp 3 juta dan pembuatan tempat duduk permanen sepanjang 60 meter senilai Rp 15 juta.

Menurut Bambang Setiawan, pemberian CSR di bidang pariwisata diharapkan dapat memberikan informasi secara komprehensif kepada wisatawan mengenai destinasi wisata terbaru, rute perjalanan dan fasilitas yang ada di wilayah kabupaten Sleman.

Sedangkan bantuan CSR untuk Sekolah Ramah Anak merupakan salah satu cara mendukung kegiatan belajar mengajar serta memberikan ruang berkreasi bagi peserta didik, sebagai upaya meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosional.

Selama tahun 2017 Bank BPD DIY sudah menyalurkan bantuan CSR ke seluruh DIY. Khusus wilayah Kabupaten Sleman saja total mencapai Rp 1,541 miliar.

Baca Juga :  Sitaru Terpadu Wujudkan Sleman Smart Regency

Apresiasi

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan apresiasi untuk bank milik  Pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-DIY ini. Baginya, kerja sama ini sangat strategis. “CSR-nya semakin banyak maka Bank BPD DIY untungnya makin banyak dan barokah,” kata dia.

Bantuan tersebut berguna untuk melengkapi fasilitas di Tlogo Putri, sehingga Kaliurang makin menarik dan banyak wisatawan datang.

Menurut dia, potensi wisata memang harus terus digali dengan cara melakukan inovasi. Dan yang paling penting adalah ciri khas desa wisata jangan sampai hilang.

Misalnya, kuliner untuk wisatawan tidak harus berupa roti melainkan makanan khas desa. “Seperti katul jagung di Prambanan. Ini menjadi ciri khas. Di Kaliurang ada sate kopyok,” kata dia.

Untuk melengkapi desa wisata juga harus ada kerajinan. Sri Purnomo bahkan mengusulkan pasir Merapi dibuat suvenir. Cukup diambil kira-kira 10 sampai 15 cc, dikemas dan diberi label “Pasir Merapi” maka wisatawan akan tertarik membelinya.

“Kita harus menggali kekhususan, tidak usah meniru sana-sini, buat saja produk yang sederhana tetapi punya daya tarik,” paparnya. (sol)