Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 7,84 T untuk Pelabuhan

146
Wakil Dirut Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto menyerahkan cinderamata kepada perwakilan Pelindo I-IV di Yogyakarta, Jumat (17/11) petang. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bank Mandiri terus fokus dan berperan aktif mengembangkan sektor kepelabuhanan untuk mendukung pemerintah dalam pembangunan ekonomi melalui berbagai solusi baik dari sisi pembiayaan maupun sisi kemudahan transaksional bagi pelaku sektor kepelabuhanan.

Pembiayaan yang telah disalurkan Bank Mandiri hingga Oktober 2017 untuk pengembangan sektor kepelabuhanan di Indonesia baik secara individu maupun sindikasi adalah sebesar Rp 7,84 triliun.

Proyek-proyek yang memperoleh pembiayaan dari Bank Mandiri antara lain pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2 dan pembangunan terminal multi purpose Kuala Tanjung di wilayah kerja Pelindo I, serta proyek pembangunan Makassar New Port di wilayah kerja Pelindo IV.

Selain itu, Bank Mandiri juga telah memberikan pinjaman transaksi khusus kepada Pelindo III dan Pelindo IV sebagai belanja modal untuk penguatan pelabuhan eksisting, serta pengadaan alat-alat pelabuhan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman A. Arianto mengatakan, pihaknya menyadari besarnya kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan sektor kepelabuhanan sebagai infrastruktur utama dalam perekonomian akan menghubungkan beberapa pelabuhan sebagai lalu lintas kapal pengangkut di sepanjang wilayah Indonesia. Tidak terkecuali kebutuhan investasi pembangunan 24 pelabuhan utama yang diperkirakan mencapai Rp 70,6 triliun.

Baca Juga :  Ingin Makan Murmer di Mall, Datang Saja ke Galeria

“Oleh karena itu kami telah menetapkan sektor pelabuhan sebagai fokus untuk dikembangkan solusinya secara komprehensif sehingga memudahkan setiap pelaku usaha di sektor ini dalam menjalankan proses bisnisnya,” ungkap Sulaiman di Yogyakarta, Jumat (17/11/2017) petang.

Sejalan dengan rencana kerja tersebut, Bank Mandiri juga secara aktif mendukung Pelindo I-IV sebagai operator pelabuhan di Tanah Air melalui layanan transaction banking yang terintegrasi untuk mewujudkan pelabuhan yang berbasis digital.

Dengan teknologi ini, akan meningkatkan kelancaran dan kemudahan transaksi kepelabuhan termasuk diantaranya mendukung pengembangan transaksi cashless payment sebagai salah satu upaya mendukung program Gerakan Pemerintah Non Tunai.

“Layanan yang memanfaatkan jaringan e-channel Bank Mandiri ini telah dapat meningkatkan efisiensi dan percepatan dalam berbagai transaksi pelabuhan,” jelas Sulaiman

Baca Juga :  BCA Beri Pelatihan Skill Komunikasi dan Kepemimpinan Bagi Pengurus Baru Pentingsari

Pada sisi collection, misalnya, Bank Mandiri memiliki layanan Mandiri bill collection, EDC closed payment, Mandiri Debit Co-Brand Card dan layanan Mandiri autodebit yang semuanya bertujuan memudahkan dan mempercepat proses penerimaan dan rekonsiliasi.

Selain itu, Bank Mandiri juga menyediakan e-Port Card yang merupakan kartu akses untuk masuk ke pelabuhan berbasis Mandiri e-money yang juga berfungsi sebagai alat pembayaran. Layanan Mandiri Cash Management yang terintegrasi dengan ERP nasabah juga dikembangkan untuk membantu proses pembayaran rekanan, operasional, gaji dan tax secara real time dan efisien.

Volume transaksi di pelabuhan pada Januari-Oktober 2017 tercatat sebesar Rp16,1 triliun yang antara lain dilakukan melalui jaringan e-channel Bank Mandiri dengan menggunakan berbagai layanan transaksional tersebut.(*/sur)