Bank Mantap Luncurkan Kartu ATM “Anti Skimming”

372
Pimpinan PT Bank Mantab dan perwakilan OJK DIY, saat acara peluncuran Kartu ATM di Kantor Graha Mandiri Tugu, Jumat (30/06/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) secara resmi meluncurkan kartu ATM berlogo Gerbang pembayaran Nasional (GPN) di Yogyakarta. Kartu ATM ini disebut menerapkan teknologi chip dan anti skimming serta online 6 digit sebagai keamanan. Sehingga diharapkan akan menambah kenyamanan dan keamanan bagu nasabah.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso menyampaikan peluncuran kartu ATM berlogo GPN tersebut sebagai bentuk komitmen perseroan kepada pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia (BI), dalam mewujudkan sistem instrumen dan kanal pembayaran nasional yang terintegrasi.

“Kami menerbitkan tiga varian kartu ATM GPN, yaitu Prima, Plus dan Reguler sebagai kartu utama yang ditawarkan kepada nasabah pada saat pembukaan rekening atau penggantian kartu. Kartu ini akan dapat digunakan untuk transaksi domestik, baik menggunakan mesin ATM Bank Mandiri maupun ATM bank lain yang sudah terimplementasi GPN,”ujar Josephus saat peluncuran kartu ATM berlogo GPN di Graha Mandiri Tugu di Yogyakarta, Jumat (29/06/2018).

Baca Juga :  Grand Aston Yogyakarta Bertamu ke Koran Bernas

Bank Mantap, kata Joseph akan menerbitkan sebanyak 160 ribu kartu hingga akhir tahun ini pada tahap pertama. Kemudian akan terus ditambah menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Josephus menuturkan penerbitan kartu yang proses transaksinya dilakukan di dalam negeri ini, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan proses dan menekan biaya transaksi antar bank.

“Kami harapkan dengan kartu ini dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan para nasabah serta dapat meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat Indonesia dalam program cashless,”imbuhnya.

Direktur IT & Operations Bank Mantap Iwan Soeroto menambahkan dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, pihaknya secara resmi meluncurkan Mantapcall  14024. Layanan ini beroperasi di Graha Mandiri Tugu di Yogyakarta, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen.

Baca Juga :  Mensos Idrus Marham Tertarik  Sepeda Motor "Viar"

“Layanan Call Center tersebut merupakan integrasi berbagai layanan seperti inbound call, outbound call dan pengaduan via email. Kami juga menerapkan Key Perfomance Indicator (KPI) yang tinggi dan Service Level Agreement (SLA) yang terukur untuk memastikan layanan yang terbaik mulai dari layanan pengaduan hingga informasi produk,” jelas Iwan.(SM)