Bantu UMKM Promosi dengan Jari

193
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto bersama Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman usai pertemuan dan syawalan, Kamis (05/07/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mendorong Pemerintah DIY memberikan bantuan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bantuan itu salah satunya berupa fasilitasi pemasaran melalui teknologi komunikasi dan informatika (TIK).

“Prinsip, UMKM harus efisien dalam berproduksi. Kemudian, manfaatkan teknologi sebaik mungkin dan mulailah berpromosi dengan jari kita, untuk meng-upload produk,” ungkapnya saat menghadiri pertemuan Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman yang berlangsung di pendapa kecamatan setempat, Kamis (05/07/2018) sore.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DIY daerah pemilihan (dapil) Kota Yogyakarta ini menjelaskan, Pemda DIY sudah memiliki aplikasi Jogja Istimewa yang bisa diakses melalui perangkat handphone.

Di era teknologi digital, lanjut dia, rumus bisnis sudah berganti. Semula, dalam bahasa Jawa rumus itu berbunyi tuku kudu teka kini berganti menjadi tuku ora kudu teka.

Artinya, semua barang bisa dibeli dengan cara pesan lewat perangkat HP. “Konsumen ingin bakmi tinggal buka HP,” katanya mencontohkan.

Baca Juga :  Bank Sleman Buka Kantor di RS Sakina Idaman

Didampingi Camat Pakualaman Rajwan Taufik serta Konsultan Manajemen dan Bisnis, Wiwid AB, dalam kesempatan itu Eko Suwanto sepakat pemanfaatan teknologi itu sifatrnya mutlak.

Pemda DIY wajib memiliki kepedulian membantu UMKM termasuk memfasilitasi pelatihan teknologi. Tahun ini saja setidaknya Pemda DIY membangun fasilitas free wifi di 112 titik.

Ketua Komisi DPRD DIY Eko Suwanto menjadi narasumber pertemuan Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman, Kamis (05/07/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dia mengakui, promosi memang penting bagi UMKM. Persoalannya, inilah yang belum tergarap sepenuhnya. Mestinya, kedatangan jutaan wisatawan ke DIY dijadikan sasaran promosi produk UMKM.

Yang terjadi saat ini, tatkala berada di bandara, stasiun maupun terminal wisatawan lebih banyak memperoleh promo hotel dan perumahan daripada produk UMKM.

Eko Suwanto menambahkan, terlepas dari aspek pariwisata sebenarnya UMKM utamanya kuliner bisa mengakses peluang pasar di instansi pemerintah.

Baca Juga :  Ayo Gelorakan “Jajan Tonggo Nglarisi Konco”

Ada anggaran di DPRD dan Pemda untuk makan minum yang bisa dibelanjakan untuk membeli produk makanan dan minuman UMKM DIY.

Sementara itu Wiwid AB dalam paparannya menyampaikan pentingnya para pelaku UMKM di Kecamatan Pakualaman memikirkan branding dan packaging.

Sedangkan Camat Pakualaman Rajwan Taufik mengakui di wilayah yang dipimpinnya banyak terdapat UMKM. Hanya saja produknya belum dikemas secara bagus. Ke depan dia berharap UMKM di Kecamatan Pakualaman bisa mewarnai DIY. (sol)