Bantuan Mengalir, Dua Jasad Ditemukan

869
Jasad korban bencana tanah longsor ditemukan, Kamis (30/11/2017).(sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Menyikapi bencana alam di Kulonprogo,  kesadaran memberikan pertolongan sangat tinggi. Anggota TNI, POLRI, pegawai sipil hingga kader parpol menunjukkan solidaritas nemberikan bantuan.  Kerja sama semua pihak ini, menjadikan upaya pencarian bisa lebih cepat menuai hasil. Terbukti, dua orang yang hilang tertimbun longsoran di Pedukuhan Ngroto, Pendoworeja, Girimulya Kamis pagi langsung ditemukan.

Bantuan yang sudah mengalir kepada para korban banjir dan tanah longsor disamping dari pemerintah,  juga dari masyarakat umum. Beberapa parpol juga memberikan bantuan.

Ketua DPD PKS Kulonprogo Ajrudin Akbar menjelaskan,  pihaknya mendirikan posko di Galur. Perahu karet diperbantukan untuk evakuasi warga Krembangan ke penampungan di Kecamanatan Panjatan,  dan dari Pathuk ke Balai Desa Tirtorahayu Galur. Disamping itu juga memberikan bantuan logistik.

Relawan PKS Kulonprogo juga memberikan bantuan makanan dan kebutuhan mendesak saat ini dalam masa tanggap bencana. Seperti  makanan, minuman kemasan siap minum, pakaian bayi dan dewasa serta peralatan mandi.

Menurut Ketua DPD, tanggap bencana ini akan dilaksanakan selama pekan ini sampai warga bisa kembali ke rumah mereka kembali. “Kami akan bersama dan bantu warga semaksimal mungkin sampai mereka bisa kembali lagi ke rumah tempat tinggal mereka nanti,”ujar Ajrudin Akbar.

Sementara mahasiswa perguruan tinggi di Kulonprogo Kamis (30/11/2017) juga berusaha mengumpulkan dana untuk disalurkan kepada korban.

Untuk tanah longsor susulan ternyata masih terjadi. Kamis (30/11/2017) dini hari rumah milik Sugeng terjun ke jurang sedalam 8 meter. Rumah Sugeng di Serma, Hargowilis, Kokap terbelah. Separuh longsor ke bawah separuh lagi tertinggal diatas tebing. Yang diatas ini tentu juga terancam longsor.

Sementara korban manusia longsoran di  Ngroto Girimulya Daladi (59) dan anaknya Heri Siswanta (25), Kamis (30/11/2017) pagi diketemukan. Keduanya di ketemukan di bawah tempat tidur yang dihanyutkan longsoran. Sementara korban lainnya Nur Hidayah (22) dan Sarpinah (54) dirawat di rumah sakit.

Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta, Aditya Dwi Hartanto menjelaskan, Heri ditemukan dalam keadaam meninggal tak jauh dari lokasi penemuan jasad ayahnya.

“Kedua korban saling berdekatan. Evakuasi agak susah karena ketebalan tanah yang mencapai sekitar 1,5 meter hingga 2 meter,” ungkap Aditya.

Penemuan kedua korban tersebut juga berkat kerja sama SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, warga dan sejumlah relawan lainnya. Pada pencarian hari kedua, seekor anjing pelacak dari Unit Polisi Satwa K-9 Polda DIY juga diterjunkan.(SM)