Bantuan Modal Usaha Keluarga Miskin Rp 245 Miliar

380
Budi daya lele dan ternak kambing, komoditi yang akan diberikan kepada masyarakat miskin di Kabupaten Kebumen. Nampak kandang ternak dan kolam lele portable di Desa  Bojongsari, Kecamatan Alian.(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Pemerintah Kabupaten Kebumen dan pemerintah desa di Kebumen  berencana mengucurkan bantuan modal usaha  kepada 233.455 orang miskin di Kebumen.  Bantuan modal usaha produktif dalam program  Kelompok Usaha Bersama (KUBE), mulai   dikucurkan  tahun 2018 sampai  dengan 2020. Nilai bantuan modal ini direncanakan  Rp 245 miliar.

“Program KUBE yang dibiayai Pemkab  dan  pemerintah desa, jenis komoditinya tergantung pemerintah desa, tidak lagi top down,“ kata Kepala Dinas  Sosial  Pengendalian Penduduk dan  Keluarga Berencana A Dwi Budi Satrio,kepada wartawan, Rabu (14/02/2018).

Didampingi Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen, Sukamto, Budi Satrio mengungkapkan,  proporsi  sumber dana bantuan  untuk setiap KUBE adalah 1 dibanding 2. Pemerintah desa menanggung 2 bagian,  sedangkan APBD Kabupaten Kebumen menanggung 1 bagian.

Baca Juga :  Awak Angkutan Umum Keluhkan Kelangkaan Premium

Program KUBE kali ini, berbeda dengan  program yang bersumber dari dana Kementerian Sosial.  Jenis  komoditi yang dikembangkan  Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tergantung dari KPM dan potensi usaha  yang ada di tempat KPM. Sedangkan KUBE yang bersumber dari Kementerian Sosial sebelumnya, jenis komodtti hanya ternak kambing.

“Jenis komoditi yang memilih kepala desa,  ternak kambing masih terbanyak yang dipilih,  disusul ternak lele,“ kata Budi Satrio.

Pemilhan jenis komoditi dari bawah, diharapkan usaha berkembang, sehingga KPM tidak selamanya bergantung pada bantuan  sosial pemerintah. Jika usaha mereka sudah mapan, diharapkan kalangan perbankan, bersedia memberi modal usaha, seperti  Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pemasaran komoditi program KUBE menurut Budi Satrio, akan diupayakan bisa diakses masyarakat ketersediaannya. Masyarakat yang membutuhkan komoditi usaha KUBE, disiapkan  aplikasi yang bisa diketahui konsumen. Aplikasi itu antara lain memuat  jumlah komoditi atau  populasi ternak, serta KUBE yang memiliki ternak itu. (SM) 

Baca Juga :  Tagana-TKSK Turun Tangan Mandikan ODGJ