Bantul Menjadi Desa Rintisan Budaya

205
Ketua panitia gelar potensi rintisan Desa budaya, Sadri menyerahkan tokoh wayang kepada dalang Ki Muji Raharjo, di Lapangan Volly RT 02 Grujugan Desa Bantul Sabtu (18/08/2018) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Desa Bantul ditetapkan sebagai Desa Rintisan Budaya,  yang ditandai dengan digelarnya berbagai pentas seni dan budaya bertema Gumregah Nyawiji Merti Bumi Ngupadi Jati Diri Ambangun Negari. Acara itu mampu menyedot animo penonton.

Rangkaian kegiatan diawali peletakan batu pertama monumen Rintisan Kampung Pancasila, Rabu (15/08/2018), di seputaran Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung Tegaldowo Pedukuhan Grujugan Desa Bantul, dimeriahkan pentas jatilan dari warga setempat.

Selanjutnya tirakatan dan pemutaran film dokumenter, Kamis (16/08/2018) malam, di lapangan Tegaldowo. Juga ada penampilan band Koesplusan pada malam berikutnya.

Puncak acara Sabtu (18/08/2018) malam di Lapangan Voly RT 02 Grujugan  berupaPergelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk oleh dalang Ki Muji Raharjo, dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan. Bintang tamu Mbah Kanthong serta Lilik Pujiwati atau akrab disapa Lilik Sri Lungit.

Baca Juga :  Lindungi Hak Anak Sampai Level Terkecil

Di saat yang bersamaan di Dusun Jongrangan ditampilkan musik beraliran Koes Plus yakni “Phenotype” dari Dusun Melikan Lor dengan formasi Darma pada dram, Irfan (kibor), Adit (gitar) dan Pradipta (bass). Semua adalah pelajar SMP dan SMK di bawah binaan Subraja sebagai pelatih.

Penampilan band”Phenotype” di Dusun Jonggrangan, Sabtu (18/08/2018) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

Kasi Kesejahteraan Desa Bantul Kuswandi mengatakan, gelaran senni tersebut bagian dari rangkaian Desa Bantul sebagai rintisan budaya. Segala potensi di masyarakat dieksplorasi kemudian ditampilkan, dilestarikan dan dikembangkan.

“Mewakili Pemerintah Desa Bantul kami memberikan apresiasi atas segala kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat. Harapannya seni dan budaya sebagai warisan leluhur tetap lestari hingga diwariskan ke anak cucu kita kelak,” kata Kuswandi.

Baca Juga :  Usia Harapan Hidup Warga Sleman Tertinggi di Indonesia

Dia juga berharap event gelar seni budaya menjadi wadah bibit-bibit seni dari Desa Bantul untuk tampil dan mengasah kemampuannya.

Sadri selaku ketua panitia mengatakan segala kegiatan itu memperoleh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini juga mampu sebagai sarana hiburan dan memupuk kerukunan antarwarga,” katanya. (sol)