Banyak Hewan Kurban Kulonprogo Terkena Cacing Hati

185
Penyembelihan hewan kurban di Kulonprogo, Jumat (1/9/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Penyakit cacing hati masih banyak diketemukan pada hewan kurban yang disembelih di Kulonprogo. Persoalan itu terjadi karena kesadaran peternak maupun pedagang untuk memberi obat cacing sebulan sebelum disembelih masih kurang.

Dalam pantauan kegiatan pemotongan hewan kurban Jumat (1/9/2017) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, koranbernas.id masih banyak menemukan cacing hati di sejumlah hewan kurban. Seperti yang terjadi di Masjid Nurul Ikhlas Giripeni, dari tiga ekor sapi yang dipotong, semua hatinya dibuang dan tidak dikonsumsi karena terdapat cacing hati.

“Di masjid kami memotong tiga ekor sapi dan dua ekor kambing. Untuk tiga ekor sapi semua hatinya tidak dikinsumsi tapi dikubur karena terkena cacing hati” tutur Guntara warga Sideman Giripeni.

Menurut Guntara, ketiga sapi tersebut dibeli dari pedagang lokal. Pedagangnya mengambil langsung dari petani.

Guntara menjelaskan, ketiga ekor sapi kurban tersebut semuanya semula nampak sehat. Tiga ekor sapi tersebut dibeli seharga Rp 62 juta. Setelah dipotong menghasilkan dagung 410 kg. Diberikan kepada 371 warga sekitar masjid.

Di Masjid Al Ikhlas wilayah Pedukuhan Blumbang, Desa Karangsari, Pengasih, jamaah memotong dua ekor sapi. Satu sapi ternyata hatinya juga ada cacingnya, dan kemudian langsung dimusnahkan.

Petugas pemantau hewan kurban wilayah Kecamatan Wates, drh Eko Sulistyadi mengatakan, pihaknya menemukan ada dua sapi kurban yang terkena cacing hati yakni Masjid Agung Kulonprogo dan di masjid di Klayonan, Wates.

“Yang kena cacing hati, yang parah sekali hatinya kita afkir. Tapi tadi yang dua tidak terlalu parah sehingga kami sayat yang kena, kami buang, lainnya masih bisa dikonsumsi,” ungkapnya.

Masih ditemukannya adanya cacing hati dari tahun ke tahun saat Idul Adha, menurut Eko, karena sapi-sapi kurban yang ada tidak 100 persen dari Kulonprogo tetapi ada juga yang berasal dari luar. Sapi-sapi yang berasal dari Kulonprogo sebenarnya sudah dilakukan antisipasi agar tidak terkena cacing hati.

“Tapi kami kesulitan untuk memantau yang dari luar Kulonprogo,” tuturnya.

Panitia Kurban Masjid Agung Kulonprogo, Umar Hadi Waluyo mengatakan, ada tiga sapi dan 11 kambing yang disembelih di Masjid Agung Kulonprogo. Dari hasil pemeriksaan petugas, hanya satu sapi saja yang terkena cacing hati.

“Yang kena cacing hati, hatinya dibuang. Hanya satu sapi saja yang kena cacing hati, yang lainnya baik,” katanya

Secara terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Drajat Purbadi mengatakan, adanya cacing hati itu dimunkinkan karena ternak diberi pakan berupa rumput basah. Kemungkinan rumput tersebut telah dihinggapi mirasidium atau larva cacing yang dibawa siput di sawah.

Pada Idul Adha 2017 ini, DPP Kulonprogo menerjunkan 188 petugas untuk melakukan pemantauan di 1.300 titik pemotongan hewan kurban. Selain petugas dari dinas dan dari 12 Puskeswan.
Pemantauan juga dibantu personil dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM sebanyak 24 orang. Pemantauan dilakukan pada hari H Idul Adha dan tiga hari tasyrik atau Jumat (1/9/2017) hingga Senin (4/9/2017)

Menurut Drajat, temuan kasus cacing hati pada hewan kurban cenderung menurun selama beberapa tahun terakhir. Pada 2016 lalu, penyakit itu dialami 171 ekor sapi dan 12 domba/kambing. Angka itu lebih sedikit dibanding tahun 2015 yang mencapai 249 ekor sapi dan 23 ekor domba/kambing. Meski begitu, cacing hati masih menjadi penyakit yang paling diwaspadai. (yve)