Banyak Kejutan di Jogja Air Show. Apa Saja?

172
Narasumber memberikan penjelasan dalam jumpa pers Jogja Air Show di Gedung Induk Kompleks Parasamya, Kamis (08/02/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jogja Air Show ke 13 kembali akan digelar di Kabupaten Bantul pada 17 dan 18 Februari 2018 di kawasan Pantai Selatan Bantul. Kali ini temanya Pelangi Nusantara Jogja Air Show 2018.

Kegiatan hasil kerja sama Dinas Parwisata DIY, Pemkab Bantul, Lanud Adisutjipto dan FASI DIY tersebut, akan mengambil lokasi di Airstrip Depok, Adisutjipto, Watu Gupit, Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo Bantul.

JAS 2018 tidak hanya olahraga dirgantara semata yang ditampilkan namun komplet. Ada dua hal yang bersifat umum yakni Jupiter Aerobatic Team, Solo Aerobatic Pitt 2C, Cross Country Flight Microlight, Cross Country Paramotor, Terjun payung serta Aeromodelling.

Sedangkan yang sifatnya  perlombaan adalah Paralayang, Gantole, Aeromodelling serta fotografi. Ada juga pantes seni yang akan disuguhkan sebagai bentuk pelestarian budaya.

“Ada juga hal yang menarik dan menjadi kejutan pada kegiatan JAS tahun ini, yakni pemecahan rekor nasional  terbang bersama 50 paramotor,” kata Rus Sutikno SH MM, Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, dalam jumpa pers di Gedung Induk Kompleks Parasamya, Kamis (08/02/2018).

Tampil sebagai narasumber lainnya adalah Asisten Perekonomian Pemkab Bantul, Bambang Guritno SH, Kolonel (Pnb) Andi Wijanarko selaku penanggung jawab acara serta Mayor (Lek) Muhammad Ali Umar  sebagai koordinator cabang paramotor.

Rus berharap apabila JAS 2018 sukses maka memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama di bidang perekonomian, budaya maupun pariwisata masyarakat.

Kolonel (Pnb) Andi Wijanarko  mengatakan sasaran kegiatan JAS 2018 adalah meningkatkan kemampuan atlet olahraga dirgantara, serta minat dirgantara masyarakat khususnya remaja dan generasi muda.

Baca Juga :  Jemput Sultan, Jokowi Cicipi Cenil dan Lupis

Juga terwadahinya aktivitas masyarakat dan kawula muda dalam kegiatan positif olahraga dirgantara, budaya dan seni. Selain tentunya sebagai ajang komunikasi komunitas olahraga dirgantara dengan pemerintah daerah dan masyarakat serta peningkatan kunjungan pariwisata.

“Pada pelaksanaan  JAS 2018 ada spesifik yang  akan ditampilkan yakni pemecahan rekor paramotor. Dulu di Ngawi rekor terbang  44 paramotor, kita berencana memecahkan  dengan terbang 50 paramotor dan hingga kini yang sudah konfirm 54 paramotor,” katanya.

Selain itu ada kegiatan aeromodelling dengan 20 RC (remote control) dan ini belum pernah ditampilkan dimanapun baru tampil di JAS 2018.

Meloncat dari Watu Gupit

JAS juga akan dimeriahkan 100 atlet paralayang, yang meloncat bersama dari Watu Gupit ke arah Pantai Parangtritis. Akan diterbangkan 12 microlight, dan juga ditampilkan tim akrobatik Jupiter Air Show.

Untuk mengcover keamanan turut dilibatkan  Tim SAR Parangtritis, Polairud, Basarnas dan  tim SAR Paskhas.

“Untuk memastikan safety, maka sebelum pelaksanaan penerbangan dan selama penerbangan sama dengan tahun-tahun sebelumnya akan disupervisi oleh perwira safety dari Mabes AU. Karena ini menyangkut keselamatan penerbangan,” katanya.

Sedangkan Mayor (Lek) Umar mengatakan, paramotor pilot pertama akan take off  pukul 08:00 dan pukul 09:00 sudah terbang di Pantai Depok secara keseluruhan.

“Pagi hari biasanya cuaca bagus, dan angin dari arah barat ketika terakhir latihan di sana. Mudah-mudahan semesta mendukung dalam pelaksanaan nanti,” katanya.

Untuk pemecahan rekor, lanjut Umar, sudah siap terbang 54 paramotor  gabungan dari FASI se-Indonesia. “Pelaksanaan kegiatan dua hari. Jika  tanggal 17 Februari (Sabtu– red)  gagal, akan kita coba di hari  Minggu,” katanya.

Baca Juga :  Nikita Juara Berbusana Adat Jawa

Berdasarkan latihan yang dilakukan, kendala yang dihadapi oleh atlet paramotor saat latihan adalah soal kecepatan angin. Biasanya jika jam 8-9 angin masih landai, namun kalau di atas jam tersebut angin sudah kencang.

“Dan apabila kecepatan angin di atas 10 knot kami tidak diizinkan terbang karena parasut bisa terbawa,” katanya. Kendala lain adalah hujan. Saat latihan lalu sempat gerimis dan hal itu menganggu saat terbang.

“Jika deras payung bisa kuncup. Tentu kami berdoa, saatnya nanti cuaca akan baik dan mendukung,” katanya.

Asisten Perekonomian Pemkab Bantul Bambang Guritno SH mengatakan, Bantul memiliki banyak potensi termasuk wisata. Digelarnya JAS 2018 diharapkan mampu meningkatkan dan menggairahkan pariwisata di wilayah ini.

“Saya mengapresiasi Dinas Pariwisata DIY dan panitia yang tetap melanjutkan tradisi penyelanggaraan di Kabupaten Bantul,” katanya.

Dia berharap JAS mampu sebagai sarana promosi wisata Bantul bukan hanya di kalangan regional, namun juga ke kancah nasional bahkan internasional.

“Menarik juga dari data yang saya terima untuk kunjungan selalu meningkat. Tahun lalu target 40.000 pengunjung yang datang 52.000 pengunjung. Saya berharap tahun ini setidaknya target ada 50.000 pengunjung. Dan agar nyaman kita buatkan rekayasa lalu lintas, jangan sampai terjadi kepadatan di sana,” katanya.

Itu sebabnya event ini juga  melibatan unsur kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. (sol)