Banyak Minum Obat Tidak Merusak Ginjal

12635
Kelompok lanjut usia Wredhasari RW 02 Glagahsari Warungboto Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Rata-rata orang takut minum obat lantaran khawatir merusak ginjal. Padahal pemberian obat dari dokter itu aman karena sudah disesuaikan dengan jenis penyakitnya, kondisi si pasien maupun dosisnya. Meminum obat dalam jumlah yang banyak tidak merusak ginjal asalkan diikuti dengan banyak meminum air putih.

“Justru kalau tidak diobati, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan sejenisnya dampaknya bisa merusak ginjal. Juga jantung, liver dan sebagainya,” ungkap dr Subroto, Rabu (25/07/2018), di  Rumah Sehat Lansia.

Berbicara di depan para lanjut usia (lansia) kelompok Wredhasari RW 02 Glagahsari Warungboto Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta, dia menyampaikan dua penyakit tersebut memang lumrah diderita para lansia.

“Untuk lansia diusahakan tekanan darahnya maksimal 140. Atau masih bisa 150 bila tidak ada masalah dengan gula darah dan kolesterol. Mengecek tensi secara rutin sangat dianjurkan,” kata dia.

Baca Juga :  Perempuan Tak Berminat Jadi Caleg

Penyakit Diabetes Melitus kadang-kadang datang tanpa sepengetahuan si penderita. Baru ketahuan misalnya saat akan dioperasi. Banyak kasus tindakan operasi terpaksa ditunda sampai kadar gula darahnya memungkinkan.

Sebenarnya ada beberapa tanda awal seseorang harus mulai waspada. Misalnya, air seninya didatangi semut, kerap merasa haus dan lapar. Juga sering didera rasa ngantuk dan anggota badan sering kesemutan atau gringgingen.

Atau, sering sekali buang air kecil dalam jumlah banyak bahkan ada yang satu jam sekali. Serta ada luka yang tidak kunjung sembuh.  “Kalau sinyal seperti itu sudah dirasakan, meski tidak semua tanda-tanda itu muncul, segera cek darah. Karena rasa ngantuk itu kadang rancu. Bagi lansia yang memang tuntutan istirahat (tidur) semakin meningkat,” jelasnya.

Dokter Subroto. (arie giyarto/koranbernas.id)

Semakin awal penyakit itu terdeteksi, menurut dokter residen untuk spesialis penyakit dalam di RSUP Dr Ssrdjito Yogyakarta itu, penanganannya lebih mudah. Kalau terlambat dan dampaknya sudah ke organ-organ tubuh lainnya, penanganannya juga lebih rumit.

Baca Juga :  Ini Peringatan Keras bagi Kelompok Seni Melanggar Etika

Penyakit lain yang banyak diderita lansia adalah kolesterol. Batasannya 200, jika lebih harus diwaspadai. Di antaranya mengurangi gorengan, makanan berlemak lainnya. ”Bolehlah makan soto dan makanan berlemak, tapi sesekali saja,” saran dokter asal Sukoharjo itu.

Penyakit stroke yang jumlah penderitanya cenderung meningkat itu, salah satu penyebabnya adalah kolesterol tinggi.

Untuk bisa menikmati masa tua yang sehat, perlu perilaku hidup sehat. Asupan makanan sehat dan berimbang. Olahraga rutin diseyogiakan setiap hari 30 menit. Yang pasti, lansia harus selalu berpikir positif agar terhindar dari stres serta menghindari rokok dan alkohol. (sol)