Banyak Pangkalan Menjual LPG Melon Salahi Ketentuan

296
ilustrasi

 

KORAN BERNAS, ID–LPG 3 kilogram atau dikenal dengan tabung melon adalah barang subsidi yang penyalurannya diatur pemerintah. Ironisnya, meski telah diatu, penyimpangan masih saja terjadi di lapangan. Dan yang menarik penyimpangan justru dilakukan oleh pihak pangkalan atau sub penyalur resmi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penetapan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di Jawa Tengah diatur dalam SK Gubernur Nomor 541/15 Tahun 2015.

Dalam SK itu, Gubernur Ganjar Pranowo memutuskan harga jual LPG 3 kg di tingkat agen Rp 14.250/tabung dan di tingkat pangkalan (sub penyalur) Rp 15.500/tabung. Namun di lapangan pihak pangkalan justru menjual dengan harga antara Rp 17.000 hingga Rp 17.500/tabung.

“Nah, kalau pangkalan saja sudah menjual lebih dari Rp 15.500 berarti pengecer menjual lebih dari itu. Ini harus ditertibkan agar masyarakat tidak bingung soal harga LPG 3 kg,” kata Agus, warga Delanggu.

Ditemui di rumahnya di Desa Sabrang, bapak 2 orang anak ini menceritakan, dirinya sempat bingung seputar harga LPG 3 kg. Sebab masing-masing pedagang menjual dengan harga berbeda. “Ada yang menjual dengan harga Rp 20 ribu per tabung dan ada juga yang Rp 21 ribu per tabung. Tapi ada juga yang Rp 19 ribu dan Rp 18.500,” ujarnya.

Baca Juga :  Peserta Jalan Sehat Himpun Dana untuk Lombok

Pedagang yang dimaksud adalah pengecer yang tidak punya ketentuan tentang harga jual LPG 3 kg. Sementara yang diatur harga jualnya yakni di tingkat agen dan pangkalan saja.

Pengamatan di lapangan, banyak pangkalan yang menjual LPG 3 kg melebihi ketentuan yang berlaku. Baik pangkalan di wilayah kota maupun di daerah pedesaan. Rata-rata mereka menjual dengan harga antara Rp 17.500 hingga Rp 18.000 per tabung.

“Kalau kami beli LPG 3 kilogram untuk masak di toko itu dengan harga Rp 18 ribu per tabung. Tetapi kalau beli di pengecer dan diantar ke rumah Rp 20 ribu,” kata Joko, warga Kebonharjo Polanharjo. Toko yang dimaksud adalah pangkalan LPG 3 kg yang terletak dipinggir Jalan Delanggu-Cokro Tulung.

Baca Juga :  Bus Pariwisata Hantam Truk

Senada, diungkapkan pemilik pangkalan LPG 3 kg di Desa Kebondalem Lor Prambanan tepatnya di dekat Pasar Nasakom Prambanan. Kepada koranbernas.id dia menuturkan setiap pekan mendapat kiriman LPG 3 kg dari agen PT Pujo Hartono sebanyak 80 tabung. Kemudian dia menjual lagi ke warga dengan harga Rp 17.000 per tabung.

Menanggapi banyaknya pangkalan yang menjual LPG 3 kg melampui ketentuan yang berlaku, Koordinator Agen LPG 3 kilogram Kabupaten Klaten Eko Setyo menjawab bahwa pada dasarnya harga LPG 3 kg di tingkat pangkalan dan agen sudah ditentukan di SK Gubernur. Bilamana di lapangan ada pangkalan yang melanggar maka menjadi tugas agen yang memberi pembinaan.

Ketua DPC Hiswana Migas Surakarta, Budi yang dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan agen berkewajiban membina pangkalannya.

“Yang membina adalah agen. Kalau tidak bisa ya dikurangi alokasinya hingga di PHO (Putus Hubungan Operasional),”jelasnya.

Di Kabupaten Klaten saat ini terdapat 13 agen LPG 3 kilogram dengan 1250-an pangkalan.(SM)