Banyak Potensi Pariwisata Lokal yang Belum Tergarap

380
Praktisi media, Prita Laura menyampaikan paparan dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis STIPRAM ke-16 di kampus setempat, Kamis (05/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Potensi pariwisata Indonesia sangat besar. Namun hingga saat ini masih banyak diantaranya yang belum tergarap secara optimal.

“Potensi lokal banyak tapi belum tergarap,” ujar praktisi media, Prita Laura dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) ke-16 di kampus setempat, Kamis (05/10/2017).

Meski belum tergarap maksimal, menurut Prita, pariwisata menjadi tiga besar pendapatan negara. Karenanya dibutuhkan peran semua pihak untuk terus menggenjot pengembangan berbagai potensi wisata di Indonesia.

Pemerintah, diakui Prita saat ini tengah gencar melakukan promosi pariwisata Indonesia. Namun ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan pariwisata lokal.

Salah satunya ketidaksesuaian kompetensi pejabat di bidang pariwisata. Banyak kepala dinas di daerah yang tidak memiliki latar belakang pariwisata yang mengakibatkan pengembangan program dan kebijakan pariwisata yang tak bisa dilakukan dengan optimal.

Baca Juga :  Peneliti Ajak Waspadai Ancaman Perang Proksi

“Karenanya butuh peran dari orang-orang yang kompeten di bidang pariwisata untuk ikut mengembangkan destinasi wisata,” tandasnya.

Sementara Ketua STIPRAM, Suhendroyono, mengungkapkan Perguruan Tinggi (PT) pariwisata seringkali dipandang sebelah mata. Pemerintah yang turut mengelola dan mendampingi PT pariwisata pun melakukan hal yang sama menjadi salah satu contohnya.

“Nomenklatur yang kita minta untuk PT pariwisata saja baru dikabulkan beberapa tahun ini oleh pemerintah, namun belum seperti yang kita harapkan. Padahal ilmu pariwisata juga sama dengan keilmuan yang lain, berkembang dan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, termasuk di Indonesia,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) tersebut menambahkan, perlu peran serta semua pihak untuk mendukung PT pariwisata di Indonesia bisa setara dengan PT pariwisata lainnya di luar negeri. PT Pariwisata terus melakukan inovasi dan kreasi harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

Baca Juga :  Denisa dan Rizky Wakili DIY ke Tingkat Nasional

Di STIPRAM misalnya, kampus itu memadukan kurikulum dari pendidikan pariwisata standar Amerika dan standar Eropa.

“Kami juga berupaya mendorong lebih banyak lagi dosen maupun mahasiswa untuk menulis di jurnal-jurnal internasional terindeks Scopus,” imbuhnya. (yve)