Bartender Harus Bisa Jadi Psikolog

72

KORANBERNAS.ID — Bartender tidak sekedar bertugas menyajikan beragam minuman bagi pengunjung. Lebih dari itu, mereka memiliki peran yang lebih besar sebagai entertainer sekaligus jadi semacam psikolog.

“Kadangkala beberapa pengunjung datang karena memiliki masalah dan cerita pada bartender. Kami harus mendengarkan semua cerita mereka seperti halnya psikolog. Ini sebagai bentuk layanan kepada customer,” papar Wawan Kurniawan, Diageo Brand Ambassador disela Diego Bart Academy yang diikuti 148 bartender dari wilayah DIY dan Jawa Tengah di Royal Ambarrukmo untuk mengikuti Diageo Bar Academy, Senin (20/8/2018).

Menurut Wawan, selain sebagai sebagai teman bicara, bartender juga harus memastikan tamunya meminum pesanannya dengan tanggungjawab. Jangan sampai mereka minum yang bisa membahayakan dirinya maupun orang lain.

Baca Juga :  Fahri Hamzah Tidak Cocok dengan Budaya Golkar

Karenanya bartender yang pernah malang-melintang di Amerika Serikat (AS) selama tujuh tahun ini berharap, selain memiliki manner yang baik juga harus mampu meracik minuman yang tepat. Ketrampilan tersebut penting agar mereka mampu mengkreasikan dan menemukan minuman nikmat yang bertstandar internasional.

Dalam Diaego Bar Academy inilah, para bartender diajak menambah pengetahuan dan ketrampilannya dalam meracik minuman dengan bahan dasar vodka, rum, gin serta whiskey. Sehingga pengalaman mereka akan bartending akan semakin luas.

Para bartender mendapatkan serfitikat dari Diageo untuk kategori pemula. Mereka diharapkan bisa terus meningkan kompetensi agar semakin diakui di tingkat internasional.

“Apresiasi konsumen di indonesia semakin bagus akan keberadaan bartender, ini yang perlu terus dijaga,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Desa Ini Bakal Miliki Spot Wisata Baru

Sementara Dicky Sukarmadji, Head of Customer Marketing Diageo Indonesia mengungkapkan, acara kali ini digelar di sejumlah. Selain Yogyakarta juga Surabaya, Medan, Bali dan Jakarta .

“Pelatihan diikuti lebih dari 900 bartender dari berbagai kota. untuk memastikan kualitas standar internasional yang dimiliki. Diharapkan bartender semakin paham bagaimana cara kerja seperti di negara-negara lain, punya pengetahuan luas tentang profesinya dan kreatif dalam meracik minuman,” imbuhnya.(yve)