Baru Pindahkan Burung, Rumah Amblas

437
Korban menunjukkan dampak longsor yang terjadi, Selasa (28/11) siang, di Kampung Juminahan Kecamatan Danurejan. (Rosihan Anwar/Koran Bernas.id)

KORANBERNAS.ID — Hujan yang terus mengguyur Kota Yogyakarta sejak pagi menyebabkan terjadinya musibah bencana di sejumlah titik. Seperti kejadian tanah longsor dan pohon tumbang.

Salah satunya terjadi Kampung Juminahan Kelurahan Tegalpanggung Kecamatan Danurejan. Bencana longsor terjadi di empat rumah yang ada di RT 57/RW 14. Heru Supriyanto, korban yang mengalami dampak longsor terparah menyebutkan, hujan yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir, membuat tanah di dekat bantaran Sungai Code menjadi labil.

“Saya sebenarnya sudah menduga akan longsor. Pas, saya lihat ke belakang rumah, kok sudah ada retakan. Tiang (listrik) juga sudah mbukak (terbuka) dari tanah,” kata Heru.

Pada puncaknya kemudian terjadi pergerakan tanah yang menyebabkan longsor pada Selasa (28/11) siang sekitar pukul 12:15 WIB. Saat diwawancarai Koran Bernas, Heru Supriyanto menyebutkan, dirinya dan keluarga tidak sempat memindahkan dagangan dan barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Kejadian longsor yang datang tiba-tiba membuat Heru hanya sempat berpikir menyelamatkan diri sendiri dan keluarga. “Saya sebenarnya sudah mulai memindahkan barang-barang. Saya kemudian bilang sama istri saya, ‘Bu, ayo kita pindahkan (barang-barang) ke tempat aman.’ Tapi baru saya buka pintu dan mengambil (sangkar) burung, terus bunyi kepyak-kepyak dan terus ambrol,” tutur pria beranak dua itu.

Meski rumahnya sederhana dan berdempetan dengan tetangganya di Kampung Juminahan, kerugian yang ditaksir Heru cukup lumayan. Ini karena korban berjualan barang-barang antik dan benda pusaka.

“Kalau benda berharga sih nggak banyak, hanya barang dagangan saya yaitu benda-benda pusaka yang turut ambrol dan hanyut ke sungai. Itu yang mahal, Mas. Kerugiannya bisa sampai Rp 70 juta,” paparnya.

Selain di Kampung Juminahan, tanah longsor juga terjadi di Kampung Jlagran Kecamatan Gedongtengen yang menimpa kediaman milik Barjono warga RT 01 yang dihuni enam orang penduduk. Badan Penanggulangan Bencana dan Tim SAR sempat melakukan evakuasi kepada tiga korban yang tertimbun longsor. (ros)