Batal Nikahkan Anak, Pasutri Tewas

118
Mobil yang bertabrakan dengan sepeda motor yang meminta 2 korban tewas, Kamis (10/5/2018).(st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pasangan suami istri (pasutri) tewas akibat sepeda motor yang ditumpangi bertabrakan dengan mobil. Kecelakaan maut ini terjadi Kamis (10/5/2018) di jalam umum Wonosari – Semanu tepatnya di Mijahan, Kecamatan Semanu.

Suroto (53) dan istrinya Ngatirah (46) keduanya warga Padukuhan Selang, Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo tewas setelah motor yang dikendarainya menabrak sebuah mobil dalam kecepatan tinggi. Ngatirah meninggal di lokasi kejadian, sementara suaminya menyusul tak lama kemudian setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Tidak hanya kejadian yang tragis, namun cerita di balik kecelakaan tersebut juga tak kalah mengharukan. Informasi yang berhasil diperoleh, pasangan tersebut berencana untuk menikahkan putra satu-satunya yang saat ini masih merantau di Jakarta.

Acara pun telah ditetapkan 4 hari setelah lebaran mendatang. Saat kejadian kecelakaan maut itu sendiri, kedua korban rencananya akan pulang usai membeli kambing yang nantinya akan digunakan sebagai salah satu kelengkapan ketika prosesi lamaran.

Baca Juga :  Bathok Bolu yang Sempat Hilang Akhirnya Dikirabkan

Kanit Laka Polres Gunungkidul, Iptu Kusnan Priyono menjelaskan, peristiwa kecelakaan terjadi ketika Suroto dan Ngatirah berboncengan dari arah timur menuju ke barat mengendarai sepeda motor Honda Vario AB 6554 GW. Saat perjalanan tersebut, mereka membawa serta seekor kambing yang baru saja dibelinya di Pasar Kliwon Semanu.

Sesampainya di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul mobil Toyota Avanza AB 1762 QY yang dikemudikan oleh Serbi Ardy Saputro (26) warga Mangkudranan, Margorejo, Kecamatan Tempal, Kabupaten Sleman. “Tiba-tiba di lokasi kejadian, sepeda motor Vario oleng dan kemudian melaju kanan jalan,” ujar Kusnan.

Peristiwa yang begitu cepat terjadi membuat kedua pengguna jalan tersebut tak kuasa untuk menghindar. Tabrakan pun tak terelakkan. Sepeda motor Vario dengan telaknya menghantam bagian depan kanan mobil Avanza. Kerasnya benturan membuat kedua pengendara motor terpental. Ngatirah terjebak di kolong mobil Avanza, sementara Suroto terpental beberapa meter di pinggir jalan.
“Sedangkan sepeda motor sendiri terlempar ke tegalan di samping jalan raya,” jelas Kusnan.

Baca Juga :  Pegiat Medos Harus Kreatif dan Bijak  

Benturan keras yang terjadi tersebut berakibat cukup fatal. Korban Ngatirah tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan suaminya yang dalam kondisi kritis dilarikan ke RS Pelita Husada Semanu. Namun karena luka-lukanya yang cukup parah, akhirnya korban ini nyawanya tidak bisa diselamatkan.

“Kambing yang dibawa oleh pasangan tersebut juga ikut mati,” ucap dia.

Ditambahkan Kusnan, kepolisian sendiri saat ini masih terus menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Pihaknya sempat mendapatkan keterangan di tempat kejadian mengenai adanya senggolan antara sepeda motor korban dengan pengendara motor lainnya hingga akhirnya motor Vario itu oleng di kanan jalan. Meski demikian, Kusnan mengaku masih terus akan mengembangkan informasi tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. (yve)