Bathok Bolu yang Sempat Hilang Akhirnya Dikirabkan

567
Jamasan di Lendah Kulonprogo. Rabu (18/10/2017) (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bulan Suro ini para pemilik pusaka melakukan kegiatan penjamasan pusaka mereka. Tidak terkecuali warga masyarakat Lendah Kulonprogo. Rabu (18/10/2017) mereka melakukan ritual khusus melakukan jamasan pusaka mereka. Pusaka warisan dari leluhur mereka Kyai Landoh yang diyakini merupakan cikal bakal Kecamatan Lendah.

Kyai Landoh meninggalkan tiga macam pusaka, yaitu sebuah Al Qur’an tulisan tangan, kemudian sebuah senjata ‘kudi’ semacam kujang, serta sebuah bathok bolu. Bathok bolu berbentu mangkuk dari kayu. (Bathok yang punya lubang tiga buah)

Bathok bolu dan kudi tersebut konon pernah hilang dicuri orang. Namun kemudian ditemukan kembali dicungkup penyimpanan. Cukup makam Kyai Landoh. Sementara Al Qur’an disimpan dirumah Surakso Dwi Susanto yang menjadi Juru Kunci Makam Kyai Landoh.

Menurut Surakso Dwi Susanto yang menjadi Juru Kunci Makam Kyai Landoh, ketiga benda tersebut merupakan pusaka milik Kyai Landoh atau juga disebut Syech Jangkung.

“Pusaka itu pernah hilang tahun 1987, tidak diketahui siapa yang mencuri. Tapi kemudian ada lagi, tidak tahu juga kembali atau siapa yang mengembalikan,” ungkap Dwi Susanto.

Cerita yang hidup dimasyarakat setempat, berawal tahun 1814 di wilayah terebut terjadi pagebluk atau wabah penyakit. Ketika pusaka peninggalan Kyai Landoh dibawa berkeliling kampung, warga pun akhirnya terbebas dari wabah.

“Pusaka itu juga pernah membuat tentara Belanda bingung waktu akan memasuki wilayah Lendah pada masa Agresi Belanda tahun 1949,” imbuhnya.

Jamasan pusaka itu sendiri dilakukan dengan cara ritual khusus lebih dahulu. Setelah dibersihkan kemudian senjata kudi diberikan minyak khusus, juga ada beberapa macam bunga. Selanjutnya dikirabkan keliling kampung.

Acara adat yang digelar oleh Kelompok Sadara Wisata (Pokdarwis) Sekartaji ini diikuti warga masyarakat dan dihadiri Sekretaris Kawedanan Ageng Panitropuro Kraton Kasultanan Yogyakarta dan Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo.

Ali Suhardi pengurus Pokdarwis Lendah, Kyai Landoh sangat dihurmati warga setempat.

“Acara ini kami gelar untuk melestarikan budaya yang dulu pernah ada. Kyai Landoh merupakan tokoh yang menyebarkan agama Islam di wilayah Lendah dan yang membuka cikal bakal Lendah,” ungkap Humas Jamasan dan Kirab Pusaka Kyai Landoh, Ali Suhardi.

Acara tersebut disaksikan Muspika Kecamatan Lendah, Dinas Kebudayaan Kulonprogo. Bahkan juga dihadiri utusan dari Kraton Yogyakarta.

Sekretaris Kawedanan Hageng Panitrapura Kraton Kasultanan Yogyakarta yang juga Ketua Paguban Abdi Dalem Kraton, KRT Gondo Hadiningrat, menyambut positif digelarnya acara adat tersebut. Acara itu juga dinilai selaras dengan agenda dari Kraton Yogyakarta.

“Kraton kemarin sudah melaksanakan acara di sini. Juru kuncinya juga abdi dalem kraton, sehingga ini sudah selaras. Kraton menginventarisir situs-situs bersejarah, termasuk yang di luar DIY seperti di wilayah Borobudur. Kalau ini makam Kyai Landoh, sudah masuk situs dimaksud. Juru kuncinya juga abdi dalem,” tuturnya.

Sedangkan mengenai Syeh Jangkung atau Kyai Landoh, KRT Gondo mengatakan, pihaknya sedang mencari dokumen-dokumen mengenai Syeh Jangkung di kraton. Hal itu diperlukan untuk mendukung cerita turun temurun dan terdokumentasi.(yve)