Baturrajazz, Ikon Wisata Alternatif di Banyumas

184
Konferensi Pers tentang Baturrajazz, di Djagongan Cafe Purwokerto, Jumat (20/10/2017). (prasetyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perhelatan Baturraden Jazz Festival (Baturrajazz) 2017 diharapkan dapat menjadi ikon wisata alternatif di Banyumas. Konser musik yang dilengkapi dengan pajang karya seni rupa ini dipusatkan di Teater Alam Bukit Bintang, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Sabtu (21/10/2017) malam.

Koordinator Baturrajazz, Prayitno mengatakan, konser musik ini berawal dari kegelisahan para pemuda desa Karangmangu dan pelaku wisata di kawasan Baturraden. Mereka ingin menggarap sebuah event yang menyuguhkan suasana malam yang eksotis di Baturraden.

“Yang ingin kami tawarkan kepada pengunjung adalah menyaksikan suguhan musik sekaligus menikmati pemandangan alam di malam hari,” kata Prayitno kepada wartawan saat konferensi pers di Djagongan Cafe Purwokerto, Jumat (20/10/2017).

Dia menambahkan, Baturraden sebagai destinasi andalan Banyumas sangat membutuhkan atraksi wisata yang digelar pada malam hari. Hal itu dinilai dapat mendongkrak jumlah pengunjung dan lama tinggal wisatawan.

Untuk penyelenggaraan ketiga kali ini, Prayitno menggandeng seniman muda dari sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa di Purwokerto untuk menggarap areal panggung. Mereka menghiasi venue dengan karya seni rupa.

Baca Juga :  TWP Purbasari Terbaik se-Jateng

Dari segi penampil, musisi muda Banyumas juga ikut unjuk gigi. Mereka akan menampilkan lagu garapan mereka sendiri. Band dari Purwokerto yang tampil diantaranya Jess Kidding, Staccato, Brian and The Juno serta Sasmi Unsoed. Ditambah AbsurdNation dari Semarang dan bintang utama musisi jazz kenamaan Barry Likumahuwa.

“Dengan materi ini, kami menargetkan jumlah pengunjung mencapai 2.000 orang. Tidak hanya penonton dari Purwokerto, tapi juga wisatawan dari daerah lain,” ujar dia.

Prayitno juga menepis kabar tidak benar tentang sejumlah objek wisata yang ditutup karena dilanda banjir bandang Minggu (15/10/2017) lalu. Hingga saat ini, objek wisata di kawasan Baturraden tetap buka seperti biasa.

“Baturraden aman dari banjir. Sejak kecil saya tinggal di Baturraden. Kalau hujan, sungai di manapun tentu debitnya bertambah, itu kondisi yang normal, siklus tahunan saat memasuki awal musim hujan. Informasi yang tersebar di media sosial itu tidak benar. Kalau banjir, Kota Purwokerto yang berada di bawah mau seperti apa?” ungkapnya.

Baca Juga :  Tamu Pertama Peroleh Buku Pancasila

Tokoh masyarakat di Baturraden, Timbul Adi Wibowo mengatakan, event garapan para pemuda ini seharusnya mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Selain untuk menggenjot promosi sektor wisata, Banyumas juga membutuhkan ikon wisata kreatif.

“Baturrajazz ini bisa menjadi ikon wisata kreatif di Banyumas. Terutama lewat jalur musik. Tidak hanya menjadi magnet bagi penyuka musik jazz semata tapi juga berbagai kalangan karena ini akan menjadi wisata alternatif di Baturraden,” ujarnya.

Sementara itu, drummer band Jess Kiding, Petrus Christo, Baturrajazz tahun ini merupakan penampilan kedua band yang dipunggawainya. Kesempatan ini digunakan untuk menampilkan materi dari mini album yang diluncurkan baru-baru ini.

“Untuk Baturrajazz tahun ini, kami akan membawakan beberapa materi dari mini album kami,” ujarnya.(yve)