Bau Sampah Tercium dari Jarak Empat Kilometer

146

KORANBERNAS.ID — Keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Piyungan Bantul makin hari makin dikeluhkan warga. Selain aroma tidak sedap yang dirasakan warga semakin meluas jauh dari lokasi, kualitas air juga dikeluhkan warga. Belum lagi keluhan dari warga di sekitar jalan akses menuju TPA yang setiap hari dilalui puluhan truk sampah.

Zaelani yang tinggal di Jalan Pleret mengeluhkan setiap hari truk sampah lewat. Dan terkadang ada sampah yang jatuh (gogrok) ke jalan.

Pemilik toko bangunan itu kini sedang membangun rumah di Combongan Jambidan. Dan hampir tiap hari aroma sampah sampai ke rumahnya. Padahal jaraknya cukup jauh, sekitar 4 km.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Piyungan Banguntapan, H Setiya, meminta pemerintah lebih serius memperhatikan keberadaan TPA sampah Piyungan.

Baca Juga :  Bupati Puji Relawan yang Bertugas karena Panggilan Hati

Meski itu domain pemerintah provinsi, namun Pemkab Bantul bisa lebih proaktif. Karena yang merasakan dampaknya adalah warga Bantul.

Lebih jauh, anggota Fraksi PKS DPRD Bantul ini meminta agar bupati menerjunkan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk turun langsung.

“Bersama Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup bisa melakukan uji tingkat pencemaran udara maupun air,” ujarnya, Kamis (12/04/2018).

Kesehatan sapi

Dinas Pertanian bisa melakukan cek atas kebersihan dan kesehatan sapi-sapi yang ada di TPA sampah. “Pastikan sehat dan layak konsumsi bila nantinya disembelih,” kata Setiya.

Bappeda,Tata Ruang dan Dinas PU bisa membuat proyeksi untuk penanganan sampah. Intinya semua OPD harus ikut serta menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kepada Pemerintah DIY kami berharap pengelolaan TPA Piyungan bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan manajemen dan teknologi tinggi. Yang lebih ramah lingkungan, baik fisik maupun sosial,” kata Sekretaris Umum (Sekum) PKS ini.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Terbakar Secara Misterius

Anggota Badan Anggaran in yakin, DIY punya pakar yang mencukupi untuk bisa memiliki pengolahan sampah yang bagus. “Nggak muncul bau, nggak mencemari air dan elemen lingkungan lain. Dan DIY punya duit yang cukup untuk mengeksekusi hal tersebut. Jadi, yang diperlukan tinggal kemauan (political will) saja,” kata ayah lima anak ini.

Masalah sampah, lanjut anggota Komisi B DPRD Bantul ini, makin hari akan makin besar. “Artinya kalau kita gagal mengelola sejak hari ini, bisa-bisa kita menyimpan bom waktu. Di banyak negara, sampah bahkan sudah dikelola menjadi sumber energi. Sampah tidak lagi masalah, namun justru sampah menjadi berkah,” tandasnya. (sol)