Beberapa Titik di Klaten Rawan Banjir, Mana Saja ?

318

KORANBERNAS.ID — Wilayah Kabupaten Klaten merupakan daerah rawan banjir. Hal ini dikarenakan kondisi daerah yang banyak terdapat sungai dimana hujan deras turun sering meluap. Luapan air tidak hanya menggenangi lahan persawahan dan pemukiman penduduk tetapi juga merusak infrastruktur yang ada di sungai.

Seperti yang terjadi pada musim hujan sekarang ini. Akibat tingginya curah hujan membuat sejumlah tanggul di sungai rawan banjir menjadi rusak. Sebut saja aliran Kali Dengkeng di kawasan Ngandong Gantiwarno.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten Harjaka mengakui ada banyak tanggul yang rusak akibat banjir. Namun berapa lokasi yang rusak belum diketahui karena sedang dalam penyisiran petugas

“Jumlah yang rusak banyak sekali. Tetapi sedang disisir dan dihitung petugas dilapangan,” katanya, Jumat (19/01/2018).

Akibat kerusakan itu diperkirakan menelan kerugian materil hingga ratusan juta rupiah. Sedangkan penanganan sementara bisa dilakukan dengan memasang karung berisi pasir atau pasang patok agar kerusakan tidak meluas.

Khusus rusaknya tanggul di aliran Kali Dengkeng di kawasan Ngandong Gantiwarno kata dia telah dilaporkan ke Balai Besar Bengawan Solo. Sebab Kali Dengkeng merupakan wewenangnya Balai Besar Bengawan Solo. Namun untuk mengatasi dan mengantisipasi terjadinya banjir di kali tersebut menjadi tugasnya semua pihak termasuk pemda dan pemerintah desa setempat

Harjaka mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemdes Ngandong yang dengan inisiatif sendiri langsung menerjunkan satu unit backhoe (excavator) memperbaiki tanggul yang jebol dengan menutupinya pakai sedimen kali. Dia juga berharap desa-desa lain yang daerahnya rawan bencana banjir agar tanggap bencana.

Beberapa kali rawan banjir di Kabupaten Klaten yang sering banjir dan meluap yakni Kali Dengkeng diwilayah Cawas, Bayat dan Gantiwarno serta Kali Cino atau Kali Mlese diwilayah Sajen Trucuk, Gombang dan Pogung Cawas. (yve)