Becak Kalah Bersaing dengan Ojek Online

Baznas Beri THR Tukang Becak Rp 125 Ribu Per Orang

78
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyerahkan bingkisan Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah kepada tukang becak. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ratusan tukang becak di Kuloprogo menerima tunjangan hari raya (THR) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo dan Bupati Kulonprogo, Kamis (07/06/2018).

Ketua Baznas Kulonprogo, Abdul Madjid, mengungkapkan kemajuan teknologi komunikasi membuat persaingan usaha transportasi tradisional terpinggirkan.

Mereka kalah dengan mode transportasi daring seperti ojek online. Padahal mereka memiliki tanggung jawab kepada keluarga. Apalagi menjelang lebaran harga kebutuhan pokok semakin meningkat.

Bantuan yang dibagikan oleh Baznas memang nilainya tidak seberapa. Namun ada niat besar dari para pemberi bantuan untuk bisa meringankan beban mereka. Setiap pengayuh becak menerima Rp 125.000.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengatakan santunan yang diberikan untuk membantu para tukang becak menghadapi Idul Fitri 1439 Hijriyah dan meminimalisasi kesenjangan sosial.

“Bantuan kepada tukang becak ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain tukang becak, para juru taman dan petugas kebersihan mendapatkan bingkisan,“ ujarnya.

Bantuan ini berasal dari uang kerahiman, hasil infak sedekah dari Pegawai Negeri Sipil Kulonprogo. Dana yang terkumpul tahun ini nilainya mencapai Rp 4 miliar.  Sebagian dana disalurkan untuk program bedah rumah warga miskin yang kondisi rumahnya tidak layak.

Baca Juga :  Natal Sebagai Penanda Perpanjangan Waktu Manusia

Tusiyo alias Sayuk salah seorang tukang becak yang menerima bantuan mengakui sangat bersyukur dan sangat gembira mendapatkan bantuan tersebut.

Bantuan itu merupakan wujud masih adanya perhatian dari Pemkab Kulonprogo kepada warganya. Bantuan ini sangat berarti untuk menyambut datangnya Idul Fitri.

Menurut dia, bantuan itu akan digunakan sebagai tambahan untuk membeli kebutuhan lebaran.  Selain bantuan kepada becak, sejumlah warga miskin di Kulonprogo juga diberikan kupon untuk membeli sembako murah.

Cuti bersama

Sementara itu, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kulonprogo juga merasakan kegembiraan mendapat cuti kebaran tahun ini lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Namun demikian pelayanan masyarakat termasuk kepada para pemudik tidak perlu menunggu hingga hari kerja resmi. Ini karena saat liburan ada petugas piket siap memberikan pelayanan termasuk di kantor-kantor desa.

Mendampingi Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memberikan bungkisan kepada para pengemudi becak di Aun-alun Wates, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulonprogo,  Rudiyatno, menjelaskan pelayanan publik tersebut meliputi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak.

Baca Juga :  GKR Hemas Memanen Sayur dan Buah

“Dinas Dukcapil pada saat cuti bersama yaitu tiga hari sebelum lebaran Senin, Selasa, Rabu (11-13/06/2018) dan dua hari setelah Lebaran Selasa dan Rabu (19-20/06/2018) akan memberikan pelayanan kepada masyarakat mulai pukul 09:00 sampai 13:00 setiap harinya,” kata Rudi.

Kadinas Dukcapil Drs Djulistyo menjelaskan setiap harinya akan digilir 10 pegawai yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meski dengan waktu terbatas hanya empat jam, diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kependudukan.

Dinas Sosial PPPA juga sama, melayani masyarakat pada tiga hari sebelum Lebaran yaitu Senin, Selasa dan Rabu mulai pukul 08:00 sampai 12:00. Sedangkan setelah Lebaran dua hari yaitu Rabu (20/6) dan Sabtu (23/6) pukul 08:00-12:00.

Pelayanan melalui Dinsos ini antara lain rekomendasi Surat Keterangan Tidak mampu (SKTM) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), konseling kesiapan perkawinan anak dan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membuka pelayanan kepengurusan  pembuatan kartu tanda pencari kerja (AK-1), dua hari meliputi Selasa (12/6) dan Senin (18/6) pukul 09:00 sampai 13:00. (sol)