Begini Cara Putri Gus Dur Hadapi Bully

247

KORANBERNAS.ID – Ada kaidah umum berlaku di masyarakat, berbuatlah baik pasti kamu akan dicerca, karena berbuat tidak baik pun sudah pasti akan lebih dicerca. Dari dua pilihan tersebut, tentu saja yang paling bijak adalah tetap berbuat baik walau dicerca daripada berbuat tidak baik masih dicerca pula.

Sepertinya, kaidah inilah yang dipakai Inayah Wulandari Wahid, putri dari presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tatkala menghadapi bully di media sosial (medsos).

Tips itulah yang dia bagikan di depan ribuan mahasiswa tatkala menjadi narasumber talkshow Road to Campuss Pancasila di Zamanku di Grand Pacific Hall Yogyakarta, Sabtu (03/02/2018).

Pada acara yang diselenggarakan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation bekerja sama dengan Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta dan Solidaritas Anak Bangsa (Sabang) kali ini, Inayah Wahid menyampaikan saat menghadapi bully dirinya selalu teringat ucapan ayahandanya.

“Kalau saat di-bully, pada momen itu saya ingat ucapan ayah saya, gitu aja kok repot, hehehe,” katanya enteng disambut tawa peserta yang berasal dari delapan perguruan tinggi di DIY itu.

Berbeda dengan Inayah Wahid, Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga Parampara Praja DIY, Prof Mahfud MD, punya cara tersendiri menghadapi bully.

Seperti apa? Cukup sederhana saja. Jangan ditanggapi sebab jika ditanggapi mereka akan senang. “Ya, kalau dibully di twitter, saya blok. Karena kalau kita tanggapi, mereka yang senang,” ujarnya.

Lagipula, setiap orang yang aktif di medsos pasti akan membawa konsekuensi tersebut. “Kita harus sadari, kalau kita aktif di sosial media, konsekuensinya adalah kita harus siap dibully, sebaik apapun kita,” tandasnya.

Sependapat, vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari atau Tantri Kotak mengatakan bullying sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Dulu, ibu bilang hati-hati dengan lisanmu, kalau sekarang hati-hati dengan jempolmu,” ujarnya. Baginya, media sosial itu ibarat pisau bermata dua. Era digital di satu sisi memudahkan musisi, tapi di sisi lain juga harus hati-hati. (sol)