Begini Gaya Wakil Bupati Sleman Saat Senam

241
Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes ikut senam lansia  saat menerima kehadiran Tim Evaluasi PKK-KKBPK Kesehatan Tingkat DIY, Senin (6/11/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Wakil Bupati (Wabup) Sleman Dra Hj Sri Muslimatun Mkes tampak bergembira saat ikut senam bersama warga lanjut usia (lansia) di Balai Desa Bangunkerto Turi, Senin (06/11/2017).

Ini merupakan bagian dari acara penyambutan Tim Evaluasi PKK-Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (PKK-KKBPK) Kesehatan Tingkat DIY.

Perwakilan Tim Penilai PKK DIY, dr Siswatiningsih SU,  mengatakan kegiatan kesatuan gerak PKK-KKBPK-Kesehatan merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam upaya membentuk intensifikasi lintas sektor.

Antara lain, bidang pemberdayaan keluarga, KB dan Kesehatan yang bertumpu pada kegiatan-kegiatan kelompok swadaya masyarakat, PKK maupun Institusi KB-Kesehatan di desa. Para kader khususnya Dasawisma merupakan ujung tombak PKK.

“Keterpaduan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesertaan ber-KB terutama peserta KB Baru dan Pembangunan Keluarga,” kata dia.

Baca Juga :  Jaga Keutuhan Bangsa, Pers Punya Peran Strategis

Yang sekarang baru digencarkan pemerintah adalah peningkatan kesadaran, kemauan, kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat.

Sri Muslimatun menambahkan, pemahaman tentang KB dan kesehatan reproduksi berperan penting dalam upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan keluarga sejahtera.

Ini perlu disosialisasikan ke generasi muda, supaya kaum remaja paham mengenai kesehatannya. Saat ini telah dibentuk Forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) di 17 kecamatan.

Menurut dia, kesadaran masyarakat Sleman melaksanakan program KB cukup tinggi. Sampai Oktober 2017, peserta KB baru mencapai 9.654 orang. Sedangkan peserta KB aktif mencapai 137.331 peserta.

Pelayanan kesehatan di 25 Puskesmas yang seluruhnya terstandardisasi ISO, melengkapi keberadaan 69 puskesmas pembantu, 1.528 posyandu, 28 rumah sakit serta didukung oleh 131 bidan puskesmas dan 50 bidan praktik.

Baca Juga :  Waspada, Jamu ”Mbah Joyo”  Dipalsukan

Sri Muslimatun menambahkan usia harapan hidup di Sleman mencapai 76,13 tahun, di atas rata-rata DIY 74 tahun dan nasional 70,68 tahun.

Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup (KH) sebesar 0,35 sedangkan DIY sebesar 16 dan nasional 34 per 1.000 KH.

“Angka kematian ibu melahirkan tahun 2016 sebesar 56,59 per 100.000 KH dan lebih rendah dari angka nasional yaitu sebesar 226 per 100.000 KH,” ungkapnya. (sol)