Begini Uniknya Kontes Kambing di Panggung Beralas Karpet Merah

59
Kontes Kambing Kaligesing Piala Raja 2018 di Desa Wisata Nganggring Desa Girikerto KecamatanTuri Sleman, Minggu (23/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Lebih dari 250 ekor kambing meramaikan Open Kontes Kambing Kaligesing Piala Raja 2018 di Desa Wisata Nganggring Desa Girikerto KecamatanTuri Sleman, Minggu (23/09/2018). Kegiatan itu dinilai cukup unik. Saat kontes berlangsung, kambing-kambing itu dinaikkan ke panggung beralas karpet merah.

Tak hanya dari wilayah DIY saja, event nasional yang diselenggarakan atas kerja sama Perkumpulan Peternak Kambing Kali Gesing Nasional (Perkanas)  bersama Bank Indonesia dan Kelompok Tani Mandiri Nganggring ini juga diikuti peserta dari Jawa tengah, Jawa Barat  dan Jawa Timur.

Eko Citra Efa selaku koordinator lapangan kegiatan  menjelaskan, ada empat kategori atau kelas yaitu A B C dan D.  Kategori A diperuntukkan Kambing Kaligesing yang telah tanggal (poel) giginya minimal enam dan tidak ada batasan tinggi baik jantan maupun betina. Untuk kategori B sama namun minimal gigi poel 1-2, 5 buah.

Sedangkan kategori C dan D diperuntukkan kambing yang belum poel dengan tinggi badan jantan minimal 76 cm betina 71 cm, kategori C dan tinggi badan jantan minimal 75 cm betina 70 cm untuk kategori D.

Baca Juga :  Karya UMKM Batik di Sleman Dapat Panggung

Eko menuturkan ada 11 parameter penilaian kontes ini, di antaranya meliputi kepala, tanduk, telinga, leher, postur, ekor, kaki dan bulu.

“Kambing Kaligesing yang baik telinganya melipat simetris menghadap depan, muka melengkung dan dagu nyadhil. Penilaian juga dilakukan pada warna dan postur,” jelas Eko.

Gubernur DIY  Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya dibacakan Kepala Dinas Pertanian DIY,  Sasongko, menyampaikan dari kontes ini diharapkan memotivasi peternak dan petani untuk membudidayakan Kambing Kaligesing.

“Melalui momentum ini dapat lebih memotivasi peternak dan petani dalam beternak Kambing Kaligesing demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pelestarian sumberdaya genetik,” kata Sri Sultan.

Kambing Kaligesing merupakan salah satu galur dari rumpun Peranakan Etawa (PE). Jenis kambing ini mempunyai keunggulan daya adaptasi, produksi dan reproduksi yang tinggi.

“Kambing Kaligesing memiliki ciri khas tidak dimiliki kambing Galur lainnya, dan merupakan sumber daya genetik lokal yang perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya,” jelas Sri Sultan.

Baca Juga :  Bupati Sebut Potensi Bencana di Sleman Tinggi

Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes memberikan apresiasi terutama kepada Bank Indonesia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Nganggring sebagai salah satu dari 31 desa wisata di Sleman yang bergerak di wisata pertanian merupakan binaan Bank Indonesia sejak 2016.

“Melalui penyelenggaraan event ini kami (Pemkab Sleman)  berkomitmen mendukung upaya pengembangan dan pelestarian Kambing Kaligesing di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Sri Muslimatun.

Kambing Kaligesing merupakan komoditas ternak unggulan Kecamatan Turi yang dimanfaatkan susunya untuk diproses menjadi berbagai produk olahan.

Saat ini Kelompok Tani Mandiri Nganggring memiliki  52 anggota dengan total ternak Kambing Kaligesing mencapai ratusan ekor.

Peternak memanfaatkan susu dari kambing untuk diolah menjadi susu bubuk dan permen serta produk olahan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. (sol)