Bekas Bangsal VIP Jadi Tempat Perawatan ODGJ

175
Pekerja memperbaiki bangunan bekas  bangsal  anggrek, menjadi  shelter  ODGJ. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bekas bangsal VIP (Very Important Person) atau bangsal   kelas 1 di  komplek bekas  Rumah  Sakit dr Soedirman (RSDS) Kebumen dipastikan menjadi tempat perawatan Orang  dengan  Gangguan Jiwa (ODGJ).

Shelter  yang dibangun Dinas  Sosial  Pengendalian Penduduk  Perlidungan  Ibu  Anak dan   Keluarga  Berencana (Dinas Sosdalduk KB)  Kebumen ini,  didukung  beberapa OPD (Organisasi  Perangkat Daerah). Direncanakan  pada pertengahan  Desember 2017 fasilitas ini sudah bisa  difungsikan.

Lokasi shelter di Dukuh Bojong Kelurahan  Panjer  Kecamatan Kebumen Kabupaten  Kebumen, cukup jauh dari shelter yang sudah  ada sebelumnya di Unit  Pelaksana  Teknis (UPT) Puskesmas Pejagoan.

Selama  tiga tahun terakhir  ODGJ yang menjalani  perawatan di  poli jiwa UPT  Puskesmas Pejagoan,  ditempatkan di shelter komplek puskesmas.

Seorang pekerja yang sedang merehabilitasi    10 ruangan bekas bangsal  anggrek ini, kepada  koranbernas.id, Senin (04/12/2017) menjelaskan,  perlu perbaikan  di beberapa bagian ruangan.

elain mengecat, di beberapa  bagian bangunan  sudah rusak, seperti genteng bocor, slot pintu rusak atau  hilang,  tidak ada air  dan tidak air dan listrik.

Yang membedakan  shelter  ODGJ dengan bangsal  anggrek pada  fasilitas di  di dalam ruangan.  Saat menjadi  bangsal  VIP, di setiap   ruangan tersedia   air  conditioner (AC) , televisi, kulkas.

Setelah menjadi ruangan  shelter hanya tersedia kasur busa. Setiap  ruangan jumlah pasien lebih dari dua orang. “Ini kasur-kasur yang akan  digunakan untuk mengisi   ruangan,“  kata seorang pekerja menunjukan beberapa spring bed dan kasur  busa bekas.

Pekan lalu Kepala Dinas Sosdalduk KB  Kebumen dr Budi   Satrio  MKes mengakui, untuk mendirikan shelter ODGJ, pihaknya tidak mendapatkan  anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen.

APBD Perubahan  Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2017 sudah ditetapkan, ketika ide membangun shelter ODGJ muncul. Beberapa  OPD menyumbang sejumlah biaya,  sehingga rehabilitasi   bekas bangsal anggrek bisa  berjalan. “Kasur bekas sumbangan, sudah  cukup,“  kata Budi Satrio.

Pembangunan shelter ODGJ baru, bermula  dari  keprihatinan  kondisi ODGJ yang ditampung di rumah Mbah Marsiyo (70), warga Desa Winong Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.

Puluhan  ODGJ di rumah itu dipasung dengan cara dirantai.  Setelah meninjau tempat penampungan  ODGJ,  Bupati Kebumen HM Yahya Fuad  memutuskan  membangun shelter baru, di bekas RSDS Kebumen.  (sol)