Belajar dari Keikhlasan Bidan Linna

218
Linna didampingi suami melaksanakan pendataan Ibu-ibu yang akan mengikuti program KB Kes TMMD Reguler 102 Tahun 2018. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Menjadi bidan di daerah terpencil merupakan perjuangan berat. Tantangannya pun tidak ringan, tak hanya berbekal tenaga dan pikiran tetapi juga keikhlasan mengabdikan ilmu demi masyarakat yang membutuhkan.

Inilah kisah pengabdian Linna Robianingsih (29) yang bertugas di Desa Pojok Banjarnegara Jawa Tengah.  Bidan desa yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2017 ini hampir setiap harinya harus melakoni perjalanan jauh menempuh medan berat.

Namun demikian, wanita asal Ajibarang Kabupaten Purwokerto yang tinggal di Rumah Dinas Polindes PKD Kecamatan Pandanarum ini tidak pernah mengeluh. Semua tugas dijalani dengan rasa ikhlas.

Istri dari Serda Suwondo, Babinsa Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum itu, di sela-sela tugasnya membantu masyarakat,  pekan lalu, masih sempat turun membantu sang suami melakukan pendampingan ke desa setempat yang dijadikan sasaran TMMD Reg 102 Banjarnegara.

Hampir semua persalinan di Desa Pasegeran ditangani oleh bidan Linna selama satu tahun ini. Artinya, dialah saksi dari pertumbuhan anak-anak di sana. “Saya  senang dapat melihat senyum warga dan balita,” ujarnya.

Kesetiaannya sebagai tenaga pelayan kesehatan masyarakat di daerah terpencil, diyakini sebagai tanggung jawab sosial sekaligus sebagai kesetiaan terhadap sumpah jabatannya.

Linna tidak pernah bosan menyambangi warga dari pintu ke pintu. Atas dedikasinya itu, Linna dan suami, Serda Suwondo dianggap keluarga sendiri oleh warga. Bagi mereka, inilah kebahagiaan tersendiri.

Kelak kepada sang anak, Linna akan menceritakan perjuangan dan pengalamannya yang mungkin jarang diperoleh rekan sejawatnya, sekaligus bisa jadi sarana pembelajaran mengenai nilai-nilai kemanusiaan.

Sedari awal Linna siap ditempatkan di mana pun, terlebih mendampingi suaminya bekerja membina desa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. “Bekerja di mana saja itu sama saja, yang penting niat dan etos,” kata dia.

Terlihat Linna yang didampingi suami melaksanakan pendataan Ibu-ibu yang akan mengikuti program KB Kes TMMD Reguler 102 Tahun 2018.

Dia didampingi Katini (45) dan Saryati (43), keduanya warga Dusun Penanggungan RT. 01 RW 06,  dusun tetangga Pasegeran.

Pasegeran merupakan desa sangat terpencil berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan. Jarak antara tempat tugasnya dengan pusat kesehatan di Kabupaten Banjarnegara kurang lebih 40 Km, butuh waktu dua jam perjalanan darat.

Hal ini mengingat akses jalan berupa pegunungan ekstrem. Belum lagi saat memasuki pukul 15:00, kabut mulai menutup akses jalan menuju Kabupaten Banjarnegara. Jika hujan jalan desa itu dipastikan becek, licin dan susah dilalui, serta kering dalam beberapa hari.

Melalui program TMMD Reguler 102 Kodim 0704 Banjarnegara, kondisi akses jalan desa sepanjang 1.170 meter kini diperbaiki dengan cor beton. Termasuk pembuatan saluran drainase sepanjang 56 meter guna mengawetkan jalan baru tersebut. (sol)