Belajar dari Lomba Bercerita

422
Salah satu penampil dalam lomba bercerita sejarah yang di kompleks Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bercerita merupakan bagian dalam sistem budaya bangsa ini. Oleh karena itu banyak dinamika kebudayaan yang berkembang dan terjaga keasliannya karena ada budaya bercerita atau bertutur yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa ini.

Tradisi bertutur atau bercerita harus tetap dihidupkan sebagai mata rantai kelangsungan spirit kebudayaan bangsa ini.

Hal ini diungkapkan Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Zaimul Azah dalam acara ppembukaan Lomba Cerita Sejarah bagi Siswa SMA dan SMP se-DIY. Lomba berlangsung Kamis (25/10/2017)  di komplek Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta .

“Dari kebiasaan bertutur kita sebenarnya dapat belajar sejarah dan budaya bangsa Indonesia karena hal tersebut merupakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Oleh karena itu pemerintah bersama Masyarakat Sejarahwan Indonesia menggelar lomba cerita sejarah bagi generasi muda saat ini. Di harapkan lomba ini mampu memberikan ruang pembelajaran yang benar bagi generasi muda tentang bangsanya,”ujarnya.

Zaimul juga menegaskan bahwa saat ini perkembangan teknologi dan zaman membuat para generasi muda memiliki banyak cara dan alternatif dalam model pembelajaran sehingga distorsi budaya juga kerap terjadi.

Dalam kesempatan yang sama Ketua MSI Yogyakarta Dudung Abdurrahman selaku panitia mengemukakan, lomba ini diikuti oleh 25 pelajar yang berasal dari seluruh DIY.

“Tema yang diangkat dalam kegiatan lomba bercerita sejarah ini ialah tentang Spirit Budaya Lokal Yogyakarta Dalam Membangun Integritas Bangsa. Tema ini sengaja dipilih untuk menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki peran penting dalam membangun bangsa ini,” tutupnya.

Para pemenang akan mendapatkan trophy piagam dan uang pembinaan.(SM)