Belajar Ikhlas dari Lakon Wayang Dewa Ruci

452
Pergelaran wayang kulit di DPRD DIY, Jumat (15/12/2017).

KORANBERNAS.ID – DPRD DIY menggelar pementasan wayang kulit semalam suntuk, Jumat (15/12/2017). Pada pergelaran yang berlangsung di Lobi Gedung Dewan Jalan Malioboro kali ini, tampil Ki Dalang Edi Suwondo dari Sleman.

Dia membawakan lakon Dewa Ruci. Seperti halnya filosofi wayang kulit yang tidak hanya sebagai tontonan tetapi juga bermuat tuntunan, lakon ini pun mengandung nasihat yang tepat sesuai konteks masa kini.

“Wayang kulit bisa memberikan hiburan sekaligus membawa pesan keteladanan berdasarkan lakon yang dibawakan dalang,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY.

Dia mengatakan, digelarnya wayang itu diharapkan penonton meresapi pesan-pesan yang berguna untuk pengabdian di masing-masing bidang, bisa bekerja tanpa pamrih.

Baca Juga :  Taufik Yanuar Juara Run to Give 2018

“Sejenak kita rehat dari berbagai aktivitas kantor, sambil menikmati kebudayaan, dengan lakon Dewa Ruci. Ada refleksi, mari mengabdi dengan kejujuran. Bagaimana menjadi sosok Bima, sang Werkudara yang mencari ilmu dan berjuang, bekerja sampai tuntas, “ kata Eko Suwanto.

Menurut dia, situasi hari ini ditandai banyak masalah yang harus diselesaikan oleh pemimpin. Masih ada problem kemiskinan, kesenjangan dan masalah korupsi. Menjadi pemimpin di masa kini memang butuh pegangan ilmu pengetahuan dan kecakapan.

Lakon Dewa Ruci menjadi refleksi yang kontekstual bagaimana seharusnya pemimpin itu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dibutuhkan kejujuran untuk sepenuh hati melayani rakyat.

“Ada tekat dan perjuangan seperti yang dilakukan Bima dalam lakon Dewa Ruci. Kita belajar ikhlas berjuang, menjaga sikap jujur dan berani bersikap tegas melawan segala hal yang menyakiti hatinya rakyat. Melalui pergelaran wayang kulit ini, kita juga ajak masyarakat untuk nguri-uri kebudayaan,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DIY dari Daerah Pemilihan Kota Yogyakarta ini.

Baca Juga :  Status Merapi Waspada, Tiga Ribu Warga Pakem Dievakuasi

Pergelaran wayang kulit di jantung Kota Yogyakarta itu sendiri memperoleh respons dari penonton. Kursi-kursi yang disediakan oleh Sekretariat DPRD DIY itu pun terlihat diisi oleh penonton.

Tidak hanya orang-orang tua, sejumlah anak muda pun menikmati suguhan pertunjukan tradisional itu, tentu saja sambil sesekali berfoto selfie. (sol)