Belum Semua Koperasi Bersertifikat Sehat

304
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Drs Pustopo menyerahkan sertifikat hasil penilaian kesehatan koperasi. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Dinas Koperasi Kabupaten Sleman menilai 145 koperasi di kabupaten ini untuk periode tahun 2016. Tujuannya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP).

Sertifikat Penilaian Kesehatan Koperasi KSP/USP itu kemudian diserahkan Rabu (27/12/2017) di Aula Unit I Pemda Sleman. Penilaian dibagi empat kategori yaitu Sehat, Cukup Sehat, Dalam Pengawasan dan Dalam Pengawasan Khusus.

Koperasi yang mendapatkan penilaian Sehat sebesar 12,4 persen, Cukup Sehat 82,1 persen dan Dalam Pengawasan sebesar 5,5 persen. Sedangkan kategori Dalam Pengawasan Khusus 0 persen.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Drs Pustopo, mengatakan belum semua koperasi di kabupaten tersebut memperoleh sertifikat sehat.

Baca Juga :  Kenali Bahaya Komunis Lewat Nobar G30S PKI

Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah keterbatasan jumlah personel di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman.

Namun demikian Pustopo mengatakan pihaknya selalu terbuka bagi koperasi-koperasi lain yang ingin mendapatkan sertifikat sehat dari Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman.

Ya memang 145 itu (yang dinilai). Karena kemampuan kami segitu. Ke depan tugas kami itu ya mestinya tiap tahun harus kita nilai semua. Cuma karena kemampuannya hanya segini, Maka bagi yang memerlukan sertifikat sehat itu tetap kita layani setiap saat,” ungkapnya.

Pustopo berharap koperasi penerima sertifikat tersebut mampu instrospeksi diri. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan arahan serta bimbingan terkait strategi pengembangan koperasi yang sehat.

Baca Juga :  Baru Tujuh Bulan Menjabat, Kapolres Gunungkidul Diganti

“Kalau anak sekolah itu (ibarat) rapor lah.  Rapornya kinerja tutup buku tahun 2016. Harapannya setelah melihat rapornya ya seperti siswa itu, apa sih yang harus dibenahi,” jelas Pustopo.

Ada delapan faktor yang digunakan untuk menentukan hasil penilaian. Yaitu, permodalan, produktivitas, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian, jati diri koperasi  dan kepatuhan prinsip syariah (khusus koperasi syariah). (sol)