Bentor Tuntut Dibuatkan Perda, Untuk Apa ?

232
Ratusan bentor mendatangi dewan untuk melakukan audiensi di DPRD Purworejo, Jumat (06/10/2017) (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gedung DPRD Purworejo kembali di datangi pendemo dari kalangan masyarakat marginal. Sebelumnya ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Purworejo, Jumat (06/10/2017) pagi ratusan tukang becak mesin atau becak motor melakukan auidiensi ke dewan setempat.

Mereka mengusung dua tuntutan, yakni menolak pelarangan operasi bentor dan meminta payung hukum keberadaan mereka dalam menjalankan bentor mereka.

Koordinasi Aksi, Rumino alias Bagong (54) mengaku dia dan teman-temanya merasa keberatan jika bentor dilarang beroperasi di Kawasan Kota Purworejo.

“Kami ini orang susah, hidup kami dari hasil mengemudi becak. Tolong jangan larang kami untuk mencari nafkah,” ucap Bagong.

Para pengemudi bentor berunjuk rasa. (hery priyantono/koranbernas.id)

Sebelum tiba di gedung dewan, ratusan bentor berkumpul di Jalan Mangun Sarkoro, depan SMA Negeri 7 Purworejo. Tepat pukul 09.00 WIB ratusan bentor sudah berhasil menduduki Halaman DPRD setempat. Tak ada orasi yang berkepanjangan, sebab bentor memilih mengirimkan 15 perwakilannya.

Baca Juga :  Ini Penyebab Kenakalan Remaja Menurut Bupati

Mereka juga membawa beberapa banner bertuliskan penolakan dilarangnya bentor beroperasi. Beberapa banner itu bertuliskan, Hidupku dari Mbecak, Jangan Bunuh Makan Kami, Keringatku untuk Keluarga, dan sebagainya.

Di dalam Ruang Sidang, Perwakilan Bentor ditemui Unsur Pimpinan DPRD, Munawir, Ketua Komisi A, Kon Gudoyo, sejumlah anggota komisi, Kepala Dinas Perhubungan, Agus Budi dan Kasatlantas AKP Himawan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan mendesak agar diberikan payung hukum dalam mereka menjalankan aktivitas mengemudi bentor.

Kons Gudoyo, menjelaskan memang perlu dilakukan kebijakan yang berpegang dengan kearifan lokal dan rasa kemanusiaan.

“Ini bisa menjadi masukan berharga buat kami, agar kami bisa membuat sebuah perda. Namun, waktunya khan tidak bisa secepat yang dibayangkan. Perlu proses,” jelas Kons.

Baca Juga :  Ini Cara Seniman Banyumas Membingkai Nusantara

Akhirnya, pertemuan ditutup pukul 11.05 WIB dan para bentor berjanji akan kembali datang ke gedung dewan dalam waktu 14 hari. (yve)