BeragamFestival Bakal Meriahkan Gombong

281
Gangsingan, salah satu dolanan anak yang akan memeriahkan Festival Dolanan Anak (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Identitas Gombong sebagai kota dengan ragam budaya semakin dikenal. Pada April ini setidaknya ada dua perhelatan budaya yang akan digelar di Gombong, Minggu (22/4/2018) akan diadakan Kirab Budaya Nusantara yang akan menampilkan berbagai unsur seni budaya yang ada di Gombong.
Dilanjut Minggu (29/4/2018), Roemah Martha Tilaar (RMT) akan menggelar Festival Dolanan Tradisional yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Internasional.

Panitia Kirab Budaya Nusantara, Christine Chandrarini, Rabu (4/4/2018) menjelaskan, kegiatan itu merupakan rangkaian dari peresmian gedung Klenteng Hok Tek Bio Gombong. Gedung yang dimulai pembangunannya sejak tiga tahun yang lalu akan mulai digunakan secara resmi Sabtu (21/4/2018).

Yang menarik, Kirab Budaya Nusantara juga akan dimeriahkan defile panji dan tandu dari lima belas klenteng yang mewakili limabelas kota seperti Jakarta, Magelang, Purwokerto dan lain-lain. Penampilan kontingen dari berbagai klenteng ini dipastikan akan menjadi atraksi yang menarik karena baru pertamakali dilakukan di Gombong.

Baca Juga :  Kalasan Terbaik dalam Festival Upacara Adat dan Tradisi Budaya

“Selain dari unsur Tionghoa, kirab juga akan dimeriahkan berbagai komunitas seni dan budaya yang hidup di wilayah Gombong dan sekitarnya. Bahkan teman-teman dari lingkungan pondok pesantren juga sudah menyatakan kesediaannya untuk terlibat. Ini semakin menegaskan bahwa Kirab Budaya Nusantara bukan hanya milik Klenteng Hok Tek Bio, tapi milik masyarakat Gombong, bahkan bangsa Indonesia,” terang Christine.

Sementara terkait Festival Dolanan Tradisional, Marcomm Roemah Martha Tilaar, Alona Novensa mengungkapkan kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan saat ini telah memasuki tahun ketiga. Selain mengangkat berbagai permainan tradisional, festival ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk semakin mencintai alam dan terpanggil untuk memelihara lingkungan.

Baca Juga :  Api Asian Games 2018 Diserahkan di Candi Boko

“Pada dasarnya kami melihat bahwa permainan tradisional yang berkembang di tengah bangsa kita banyak yang mengandung muatan edukatif terkait cinta alam dan sesama. Karena itulah kami menjatuhkan kegiatan ini bersamaan dengan Hari Bumi supaya sambil bermainanak-anak itu dapat menumbuhkan rasa cinta alam dan lingkungan di diri mereka,” ujar Alona.

Dia berharap, munculnya berbagai festival budaya di Gombong akan semakin mendorong masyarakat untuk semakin peduli pada potensi budayanya yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (yve)