Berani Rusuh, Klub akan Didiskualifikasi

607
Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul menggelar jumpa pers kompetisi 2018 di RM Thoyi Manding, Sabtu  (29/09/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kompetisi sepak bola Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul mulai digelar Selasa (02/10/2018) pukul 15:30 di Lapangan Dwi Windu Bantul.

Pada acara pembukaan akan bertanding dua klub yang masuk final kompetisi Askad PSSI Bantul 2017 yakni PORS Segoroyoso dan Satria Muda Kanggotan.  Keduanya dari Kecamatan Pleret.

“Ada 78 klub yang akan bertanding dan dibagi dalam  Divisi Super, Divisi utama, Divisi 1 an Divisi 2,” kata Susilo Marwoto,  Wakil Ketua Askab Bantul, didampingi Komisi Disiplin dan Humas  PSSI Bambang Nugroho SH dan bendahara Askab PSSI, Amri Yahya, dalam jumpa pers di RM Thoyib, Manding, Sabtu (29/09/2018).

Pada pertandingan itu, lanjut Susilo, semua tim wajib mematuhi aturan yang berlaku. Termasuk berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif.

Baca Juga :  Bantul Promosi Wisata ke Jabar

Sekiranya ada yang terlibat tawuran atau kerusuhan maka dikenakan sanksi sesuai aturan. Bahkan bisa didiskualifikasi dari kompetisi.

“Misal saja ada yang menyerang perangkat pertandingan, maka akan didiberikan sanksi sesuai aturan. Selain didiskualifikasi juga tidak boleh bermain dua kali kompetisi,” katanya.

Bambang menambahkan sebelum digelarnya kompetisi, mereka melakukan verifikasi guna memastikan tidak ada atlet yang bermain ganda di kompetisi Bantul maupun kompetisi luar Bantul di wilayah DIY.

Sesuai aturan satu klub, untuk U 21 minimal ada 3 orang guna kepentingan seleksi Porda. Untuk di atas usia 21 tahun jumlahnya tidak dibatasi. Pemain dengan KTP non-Bantul maksimal 3 orang. “Proses verifikasi saat ini telah selesai kita lakukan,” katanya.

Baca Juga :  BeragamFestival Bakal Meriahkan Gombong

Guna mencegah kerusuhan klub yang rawan yakni PORS Segoroyoso dan Satria Muda Kanggotan, akan digelar pertemuan dengan jajaran Muspika Pleret, Lurah dan juga perwakilan dua klub beberapa hari ke depan.

Hal ini juga disertai pertimbangan divisi super tempat kedua klub bermain, baru akan dimulai 22 Oktober mendatang.

“Intinya kedua klub harus  bersepakat menjaga kondusivitas,” katanya. (sol)