Beras Bansos Dijual Lagi

170
Seorang pegawai selepan memasukkan kembali beras bansos ke selepan di Klaten. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Program pemerintah pusat untuk membantu warga miskin dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras secara gratis layak diapresiasi. Namun menjadi masalah jika bantuan itu dijual lagi kepada orang lain dengan berbagai alasan.

“Berasnya sama dengan beras jatah (sembako), Mas. Terpaksa kami jual lagi biar bisa beli beras yang lebih bagus atau buat beli sayur dan lauk,” kata seorang warga Desa Delanggu Kecamatan Delanggu Klaten.

Warga yang menolak disebutkan identitasnya itu mengaku pada awal April lalu menerima bansos beras dari pemerintah. Beras seberat 10 kilogram per kepala keluarga itu diambil di Kantor Kepala Desa Delanggu.

Merasa beras itu sama dengan beras raskin tahun sebelumnya maka dirinya memilih menjual lagi kepada orang lain. Langkah itu ternyata tidak hanya dia lakukan sendiri.

Tetangga lain, kata dia, justru lebih vulgar menjual berasnya kepada pengepul yang menunggu di depan Kantor Kepala Desa.

Kepala Desa Delanggu, Sri Mulyono, saat dikonfirmasi mengatakan telah berkali-kali mengingatkan warga namun tetap saja tidak bisa. Karena kenyataannya warga juga masih menjual beras bansos yang diterima.

Yang menarik terjadi di Desa Daleman Kecamatan Tulung. Di sana, warga penerima bansos beras menjual kembali beras yang dia terima dan dimasukkan lagi ke penggilingan atau selepan.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten, Cahyo Dwi Setyanto, saat dikonfirmasi mengatakan prinsipnya beras yang sudah diterima warga menjadi haknya penerima. Namun kalau sampai dijual lagi tidaklah etis. (sol)