Berat Badan Pelatih Senam Ini 105 Kg

635

KORAN BERNAS.ID — Postur tubuhnya tidak lazim, dalam tanda kutip, untuk ukuran seorang pelatih senam. Tetapi ternyata gerakannya luwes dan lincah. Padahal berat badannya 105 kg, sekuintal lebih 5 kilogram. Lihat saja, perutnya seperti orang hamil.

“Saya tidak pernah kesulitan melakukan gerakan senam,” kata Edho Ndut menjawab pertanyaan koranbernas.id usai turun panggung saat menjadi instruktur senam di Lapangan Sidokabul Kota Yogyakarta, Minggu (01/10/2017).

Profesinya sebagai pelatih senam diawali di Sanggar Senam Kartika Dewi, Ngupasan Yogyakarta mulai 1994. Pria asal Notoprajan tersebut saat itu masih langsing. Bobotnya baru 65 kilogram.

Begitu hijrah ke Jakarta, dia masih tetap aktif senam. Bahkan menjadi atlet nasional. Pernah juga meraih juara 2 Aerogymnastik untuk single dan pernah menjadi juara kategori double. Hingga saat ini Edho masih terus menjadi pelatih senam, tetapi tidak seaktif dulu.

Baca Juga :  SMKN 1 Kaligondang Juara 1 LKS se-Jateng

Dia juga membantu melatih di TUK Segar Seni dan Budaya Dusun Sedan Sleman serta di Primaraga Wonosari. Praktis Edho harus wira-wiri Jakarta-Jogja, sekaligus menyambangi ibunya yang masih tinggal di Notoprajan.

Meski olahraga masih tetap menjadi bagian hidupnya, kenapa badan tidak langsing atau berat badan turun? Menurut lajang berusia 41 tahun ini, senam hanya membuat badan menjadi bugar.

“Kalau mau langsing, giat senam harus ditambah diet yang bener,” katanya. Dia mengaku menjadi gendut sesudah agak lama di Jakarta. Pola makannya tidak teratur.

Meski gendut, tetapi anak tunggal ini merasa senam menjadikan badan tetap bugar dan sehat.

Dia mengaku, perut gendutnya kadang membuat orang tidak percaya sebagai pelatih senam.

Baca Juga :  Doa untuk Palu di Tengah Ajakan Pemilu Damai

Tetapi hal itu terjawab ketika dia sudah naik panggung dan melakukan gerakan-gerakan senam aerobik yang memerlukan kelincahan, kecepatan dan nafas panjang. (sol)