Berbekal Lampu Senter, Tim Pemantau Jentik Nyamuk Turun ke Dusun

157
Petugas melakukan pemeriksaan jentik nyamuk  di Dusun Kaweden, Kelurahan Tirtoadi Kecamatan Mlati Sleman, Jumat (02/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dalam rangka penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD), Kelompok Operasional (Pokjanal) DBD Kabupaten Sleman melakukan kegiatan monitoring Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemantauan Jentik Berkala (PJB), Jumat (02/03/2018).

Berbekal lampu senter dan peralatan lainnya, pada monitoring kali ini tim pemantau jentik nyamuk turun ke Dusun Kaweden, Kelurahan Tirtoadi, Kecamatan Mlati dan Dusun Ngangkrik, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sleman, Drs Iriansyah,  juga ikut. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pokjanal DBD berupaya mendorong masyarakat berperan aktif dalam pemberantasan DBD. Berkat kerja sama dari berbagai pihak, menurut Iriansyah, angka DBD di Kabupaten Sleman pada awal 2018 ini menunjukkan penurunan.

Baca Juga :  Bupati Sidak Tiga Proyek Pembangunan

“Sampai bulan Februari kemarin angka DBD di Kabupaten Sleman ada 24 kasus. Di waktu yang sama tahun kemarin pada bulan Februari sudah mencapai 56 kasus,” ungkap Iriansyah.

Dulzaini SKep selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sleman mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan cara menghindari bahaya DBD di masyarakat.

Selain itu, juga untuk memotivasi masyarakat agar selalu membudayakan hidup bersih di lingkungannya. DBD dapat dihindari jika masyarakat peduli dengan kebersihan.

“Kepedulian dari masyarakat itu yang paling penting. Jadi kesehatan itu bukan miliknya Dinas Kesehatan, bukan miliknya Pak Bupati dan seterusnya. Jadi kesehatan yang harus mencapai itu ya kita semuanya,” kata Dulzaini.

Baca Juga :  Dispora Bina Pelajar agar Tak Kena Narkoba

Dari monitoring tersebut, Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Kaweden menunjukkan 83,4 persen. Angkat tersebut diperoleh dari 60 rumah yang tersebar di 5 RT.

Adapun AJB di RT 1 sebanyak 75 persen, RT 2 tercatat 82 persen, RT 3 sejumlah 95 persen dan RT 4 ada 80 terpantau. Sementara itu, ABJ di Dusun Ngangkrik mencapai 90,38 persen.

Jumlah rumah yang diperiksa ada sebanyak 104 rumah, yang terdiri dari 5 RT. ABJ untuk RT 1 terpantau 92 persen, RT 2 tercatat 85 persen, RT 3 terpantau 100 persen, RT 4 juga 100 persen dan RT 5 tercatat 80 persen. (sol)