Berburu “Kicak” di Gang Kecil

426
Pembeli mencari makanan khas  di gang kecil Kampung Kauman Kota Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Gang kecil yang membelah permukiman padat Kauman Yogyakarta  sisi timur dan barat kembali dipadati pedagang aneka makanan dan lauk pauk.

Sejak pukul 15:00 saat pedagang secara bertahap menggelar dagangannya di meja sesuai nomor urutnya, pembeli mulai berdatangan.

Makin sore pembeli semakin banyak sehingga di gang yang sempit itu pun tidak terelakkan lagi pengunjung saling bersenggolan.

“Sudah dimulai tanggal 17 Mei. Puasa hari pertama. Pembeli sudah ramai. Alhamdulillah,” kata Ny Zulaikhah yang setiap bulan Ramadan berharap rezeki dari sana.

Di mejanya ada aneka makanan. Salah satu yang paling diburu pembeli di antaranya kicak, makanan khas Ramadan yang terbuat dari jadah ketan diolah dengan kelapa muda dan gula pasir.

Jadah  bahan dasar kicak di lapaknya sangat halus sehingga rasanya enak. Harganya Rp 3.000 per kap.

Aneka makanan yang dijajakan puluhan pedagang itu antara lain lumpia, kroket kentang, donat, martabak telor, martabak pisang, nagasari, carang gesing, pisang goreng, klepon, pukis dan masih banyak lagi. Juga aneka minuman segar berupa es kopyor, es buah, es klamud dan sebagainya.

Ada pula berbagai  lauk terdiri aneka olahan ikan,  udang, brongkos, koyoran, ayam goreng kremes, buntil, pepes. Tersedia juga garang asem yang terbuat dari ayam, pecel, gudhangan, gado-gado, tahu bakso, tahu tempe bacem dan banyak lagi.

Tahun ini semakin ada kecenderungan mata dagangan sebagian pedagang hampir sama. Menurut seorang pelanggan, itu karena banyak pemasok yang menitip dagangan yang sama pada beberapa pedagang.

“Masalah harga ya rame-rame saja dengan di luar,. Tetapi nuansa belanja di sini memang asyik,” kata dia.

Pedagang tak hanya berada di Gang Senggol itu saja. Di luar arena, di Jalan Kauman antara ruas jalan Perempatan Gerjen hingga ujung timur, di luar tembok Masjid Gedhe Kauman sejumlah pedagang ada juga yang menggelar aneka makanan.

Jenisnya hampir sama. Hanya saja pedagang di pinggir Jalan Kauman ada juga anak muda yang menjual kelapa muda hijau segar. Sebagian lagi menawarkan es buah bunga selasih. (sol)