Berharap Bantuan, Malah Ditawari Utang Bank

189
Puing-puing bekas kebakaran Pasar Wonokriyo,  Gombong hingga Kamis (14/09/2017) belum  dibersihkan. Nampak sebagian kios dan los yang hangus terbakar. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Nasib ratusan pedagang pasar Wonokriyo, Gombong,  Kabupaten Kebumen, korban kebakaran, Senin (04/09/2017) dini hari,  belum membaik. Hari Kamis (14/09/2017), saat Gubernur Jawa Tengah mengunjungi mereka, ada harapan pedagang ada bantuan atau setidaknya tempat relokasi sementara. Tapi alih-alih bantuan, para pedagang malahan ditawari utang bank, untuk modal berdagang.

Kedatangan Ganjar Pranowo di pasar terbesar di Kota Gombong, mirip promosi produk  sebuah bank. Pertama kali datang, Ganjar menyerahkan kredit kepada pedagang korban kebakaran. Tidak seperti  biasanya ada sambutan tuan rumah, yang diwakili Wakil  Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Ganjar langsung berdialog dengan para pedagang yang menjadi korban kebakaran. Ganjar mengatakan, kredit modal di Bank Jateng, bisa diperoleh pedagang dengan cara mudah.

Baca Juga :  Nekat Merokok di Tempat Ini Denda Rp 500 Ribu

Harapan beberapa pedagang korban kebakaran yang menjadi nasabah Bank Jateng, ada kebijakan pemutihan kredit, juga tidak terkabul.  Direksi Bank Jateng memberi kebijakan  restrukturasi kredit dan penjadwalan angsuran. Angsuran baru ditagih jika pedagang atau nasabah sudah kembali aktif berdagang.

“Sisa utang yang ada, tetap harus dilunasi.  Hutang ya harus dibayar,“ kata Ganjar Pranowo.

Kepada pedagang korban kebakaran, Yazid Mahfudz mengatakan, ada 646 kios dan los yang terbakar. Pemerintah Kabupaten Kebumen telah merencanakan memberi bantuan/santunan dalam bentuk uang tunai Rp 750.000 per orang.

Beberapa pedagang kepada koranbernas.id mengakui, belum mendapat informasi, kapan relokasi dilakukan. Sehingga mereka bisa berdagang kembali. Sebagian besar masih menganggur di rumah. Harapan mereka lokasi bekas kebakaran dibersihkan, sehingga mereka bisa berusaha di tempat itu.

Baca Juga :  Ikapakci 84 Angkat Difabel Kebumen Jadi Anak Asuh

Bambang Duwur, pedagang pakaian yang juga pemilik 2 kios dan 4 los mengaku rugi hampir Rp 1 miliar. Kerugian itu antara lain hilangnya tempat usaha yang nilainya Rp 320 juta lebih. Kerugian lain adalah hangusnya barang dagangan yang tidak berhasil diselamatkan . Dia mengaku tidak punya hutang bank. Barang dagangan, diperoleh dari hutang barang, yang pembayarannya dicicil.

“Saya berharap puing-puing itu dibersihkan, agar pedagang bisa membangun kembali usaha,“ kata Bambang Duwur.

Hingga sekarang, kata Bambang, belum ada informasi rencana pembersihan puing bekas kebakaran. Menurut para pedagang, mestinya upaya pembersihan sudah bisa dilakukan, karena garis polisi yang awalnya dipasang di lokasi kejadian, sekarang sudah dilepas. (Nanang W Hartono/SM)