Beri Kepercayaan Pemda Tangani Bencana Merapi

145
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto berkoordinasi dengan jajaran BPBD DIY, Jumat (11/05/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pasca erupsi freatik Gunung Merapi, Jumat (11/05/2018) pagi, masyarakat di sekitar lereng dan kawasan terdampak bencana diminta tetap tenang.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat berdialog dengan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  DIY dan unsur penanganan bencana, mengatakan pihaknya sudah meminta laporan update pascaerupsi Merapi.

“Warga harap tenang dan bisa beraktivitas seperti biasa,” kata Eko Suwanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta itu.

Saat kunjungan kerja dan melakukan dialog bersama ke kantor BPBD DIY, Komisi A merekomendasikan agar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY selaku Kepala BPBD DIY mengkonsolidasikan instansi di Pemda DIY dan Pemda kabupaten/kota segera menangani penanggulangan bencana akibat erupsi Merapi secara maksimal.

“DPRD memberikan dukungan terhadap anggaran yang diperlukan BPBD DIY termasuk instansi lain yang terkait dalam penanganan penanggulangan bencana akibat erupsi Merapi sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Eko Suwanto.

Politisi muda PDI Perjuangan itu menyatakan, saatnya memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah daerah agar sigap bekerja untuk penanganan akibat bencana erupsi Merapi di bulan Mei ini.

“Kita percaya Pemda DIY bekerja keras bersama dengan pemda kabupaten/kota. Dalam rapat tadi disampaikan kesiapan setiap instansi,” kata alumni MEP UGM ini.

Saat dialog, dibahas pula kebutuhan masker. Masyarakat bisa memperoleh masker di Puskesmas terdekat. Pemda Sleman sudah menyiapkan 500 ribu masker. “Pemda DIY dan pemda kabupaten/kota juga sudah menyiapkan. Juga sudah tersedia salep kulit dan obat tetes mata,” kata dia.

Sedangkan penanganan terhadap 190 pengungsi,  menurut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY itu, dilakukan secara terpadu oleh Pemda DIY.

Komisi A DPRD DIY mengimbau masyarakat yang akan membantu korban terdampak akibat erupsi Merapi agar berkoordinasi dengan BPBD DIY supaya tepat sasaran dan mengedepankan aspek keselamatan.

“BPBD sudah ada sistem kendali operasi lewat satu pintu,  yaitu Pusdalops yang menyediakan akses informasi update,” kata Eko Suwanto. (sol)