Bermain Selancar, Pelajar Solo Terseret Ombak Baron

120
Petugas SAR.Pantai Baron melakukan pertolongan terhadap.korban kecelakaan laut, Jumat (30/3/2018).(st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Keramaiam wisatawan Pantai Baron pada hari pertama masa long weekend libur paskah, sempat diwarnai kecelakaan laut, Jumat (30/3/2018) sore.

Seorang wisatawan yang masih berstatus pelajar, Firman Adityo (15) warga Sindon, Solo, terseret ombak. Beruntung korban meski.sudah tenggelam usai bermain selancar di kawasan perairan Pantai Baron berhasil diselamatkan oleh anggota Tim SAR yang tengah bersiaga di kawasan pantai.

Meski korban yang tenggelam hanya satu orang, namun dalam perkembangannya, ada.2 orang yang dibawa ke Pos SAR Wilayah II Pantai Baron untuk.mendapatkan perawatan medis. Ini terjadi karena salah seorang kerabat korban justru panik dan ikut pingsan di.pinggir pantai setelah melihat kemenakannya mengalami kecelakaan laut.

Baca Juga :  Pejuang Kemerdekaan Berbagi Pengalaman Perang

Sekretaris Tim SAR Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto menjelaskan, peristiwa bermula ketika Firman Adityo (15) berkunjung ke Pantai Baron bersama keluarganya. Sesampai di kawasan pantai, korban langsung menceburkan ke laut menggunakan papan selancar yang dibawanya. Karena terlalu asyik bermain air, korban tak menyadari bahwa saat itu ia bermain terlalu ke tengah.

“Tak berapa lama, datang ombak besar yang membuat papan selancar yang dinaiki korban terbalik,” kata Surisdiyanto.

Firman yang berusaha melepaskan diri dari papan selancar tersebut justru tenggelam. Sejumlah petugas SAR yang melihat peristiwa itu segera terjun ke laut untuk menolong korban. Tak berselang lama, korban berhasil ditolong dan dibawa ke posko SAR.

Baca Juga :  Sehari, Sampah di Sleman 508 Meter Kubik

“Korban dalam kondisi pingsan dan shock berat. Kami langsung membawa ke Pos SAR guna mendapatkan perawatan,” ujarnya. Namun setelah korban dibawa ke.posko, salah seorang anggota keluarga rombongan korban, Sutarmi (45) warga Gompang, Sidokarto, Kartosuro, yang panik melihat keponakannya tenggelam lantas pingsan di area pantai. Ia pun lalu dibawa pula ke Pos SAR guna mendapatkan perawatan medis.

“Tak berapa lama kedua korban siuman dan akhirnya setelah kondisinya kembali fit kami perbolehkan pulang,” pungkas Surisdiyanto. (yve)